Mengenal Batik Complongan Khas Indramayu, Cara Buatnya Unik, Harus Ditusuk-tusuk

Pada 20 September 2022, batik  ini pun resmi hak ciptanya menjadi milik Kabupaten Indramayu.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Ravianto
tribunjabar/handika rahman
Pemecahan rekor ORI pembuatan batik complongan sepanjang 100 meter dalam kurun waktu 492 detik di Sport Center Indramayu, Minggu (6/10/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Batik Complongan merupakan salah satu teknik membatik yang hanya ada di Kabupaten Indramayu.

Pada 20 September 2022, batik  ini pun resmi hak ciptanya menjadi milik Kabupaten Indramayu.

PAMONG Budaya Koordinator Cagar Budaya dan Museum pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Indramayu, Tinus, mengatakan teknik membatik dengan cara complongan ini merupakan teknik membatik tradisional yang sudah ada sejak zaman dahulu.

"Cara membatiknya dilakukan dengan cara melubangi batik dengan menggunakan alat yang terbuat dari jarum kecil," ujarnya mewakili Kabid Kebudayaan, Uum Umiati, menjelaskan teknik pembuatan batik ini kepada Tribuncirebon.com, Kamis (22/9).

Tinus mengatakan, ciri khas Batik Complongan ini ada pada alat dan proses pembuatannya, yaitu dengan menggunakan alat bernama complongan.

Alat tersebut berupa deretan jarum yang dibuat seperti sikat. Isi satu alatnya ada sekitar 15-25 mata jarum, yang diapit oleh dua bilah kayu berukuran 5 cm x 5 cm x 2 cm dengan tali sebagai pengikat.

Untuk membuat batik dengan cara complongan ini, pertama-tama perajin harus membuat pola yang kemudian dibuat isen-isen atau titik-titik untuk mengisi bidang pada kain.

Pada hasil akhirnya, titik-titik lubang tersebut nantinya akan tertutup saat proses pewarnaan.

Untuk membuat Batik Complongan, kualitas malam yang digunakan juga harus bagus supaya tidak terjadi retak saat dicomplongi.

Baca juga: BERITA POPULER Jabar Bocah Indramayu Telan Kunci Gembok, RS Khawatir Sampai Usus

"Dibanding cara teknik membatik lainnya, teknik complongan ini membuat batik lebih estetis karena ditusuk-tusuk saat proses pembuatannya, makanya harga jualnya mahal seperti batik tulis,'' ujar dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved