Punya Rumah Sendiri Berpeluang Miliki Keluarga Lebih Harmonis

Dokter dan seksolog asal Indonesia, Boyke Dian Nugraha mengungkap keluarga muda yang memiliki rumah sendiri berpeluang lebih harmonis dibanding keluar

Dok. Podomoro Park
Dari Kiri Ke Kanan Christie Sindoko (Moderator), Boyke (Dokter Dan Konsultan Keharmonisan Keluarga) Dipa Teguh (Marketing Manager), Dan Tomas Tandi (Sales Manager) Dalam Talkshow Keharmonisan Keluarga. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dokter dan seksolog asal Indonesia, Boyke Dian Nugraha mengungkap keluarga muda yang memiliki rumah sendiri berpeluang lebih harmonis dibanding keluarga muda yang tinggal bersama mertua.

Ditemui di Central Park Mall Jakarta dalam peluncuran klaster Patragriya Podomoro Park, Sabtu (17/09/22), Boyke menyebut jka ia sering menemukan kasus-kasus permasalahan keharmonisan keluarga dipicu dari hubungan antara pasangan baru dan mertuanya yang tinggal dalam satu atap.

Dalam talkshow Festival Investasi Properti 53 Tahun Agung Podomoro bertema build a harmonious family in your first new home, Boyke menuturkan jika terdapat hubungan antara tingkat keharmonisan keluarga dengan kepemilikan rumah sendiri.

“Banyak datang ke saya, kasus keluhan pasangan yang tinggal dengan mertua, mengalami stres, misal pasangan yang masih merintis untuk punya anak ditanya terus kok belum hamil, bahkan ada yang ditanya sudah pakai pembalut berapa banyak bulan ini,” ungkap Boyke.

Tingkat stres yang tinggi akibat tekanan hebat dari mertua/keluarga justru menyebabkan pasangan muda sulit untuk memiliki anak. Karenanya, pasangan yang memiliki rumah sendiri berpeluang memiliki keharmonisan yang lebih baik.

“Rumah juga membuat pasangan lebih PD (percaya diri), keong aja punya rumah jadi kalo kita kerja ada yang ditungguin, kalo kita masih tinggal dengan mertua ya itu tadi, jadi kita harus paksa untuk punya rumah,” ujar Boyke.

Dalam talkshow tersebut juga hadir Marketing Manager Podomoro Park Bandung, Dipa Teguh, yang turut mengungkap data mengenai kesadaran pasangan muda dalam membeli hunian.

“Setuju dengan dokter Boyke, bahwa pasangan muda jangan terlena dengan istilahnya pondok mertua indah ya gitu.

Tapi tidak sedikit sekarang yang sudah aware kepemilikan rumah, keberhasilan klaster kami sebelumnya dengan pangsa pasar milenial, 50 persen didominasi oleh pasangan muda yang rentang usianya 21-41 tahun, sisanya usia produktif menuju pensiun,” kata Dipa.

Hal menarik yang perlu diperdalam menurut Dipa adalah cara bayar pasangan muda. Dari 400 unit yang terjual di klaster Padmagriya (total 1.600 unit terjual di Podomoro Park) dengan target pangsa pasar pasangan muda, sekitar 77 persen dengan menggunakan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) mulai dari perbankan konvensional hingga syariah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved