Polisi Gadungan di Purwakarta Incar Pelajar Tak Bermasker, Rampas Ponsel Disebut Untuk Barang Bukti

Satreskim Polres Purwakarta berhasil meringkus pria berinsial DSH (30) yang mengaku sebagai polisi yang ternyata adalah polisi gadungan.

Penulis: Deanza Falevi | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/DEANZA PAHLEVI
Satreskim Polres Purwakarta berhasil meringkus pria berinsial DSH (30) yang mengaku sebagai polisi yang ternyata adalah polisi gadungan, Selasa (20/9/2022). DSH mengincar pelajar yang tidak memakai masker dan helm dan menyita ponsel korban. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Satreskim Polres Purwakarta berhasil meringkus pria berinsial DSH (30) yang mengaku sebagai polisi yang ternyata adalah polisi gadungan.

DSH menjalankan modusnya sebagai polisi untuk merampas ponsel milik pelajar di sejumlah daerah di Purwakarta.

Berdasarkan laporan korban, kepolisian berhasil mendalami motif pelaku dan menangkap DSH saat berada di kediamannya.

"Berdasarkan laporan dari korban bahwa pria ini mengaku sebagai anggota polisi, lalu mencoba untuk menilang korban karena tidak memakai masker dan helm. Dikarenakan korban merasa percaya dengan pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi maka korban menuruti apa yang dikatakan oleh pelaku tersebut," kata Kasat Reskrim, AKP M Zulkarnaen kepada wartawan di Mapolres Purwakarta, Selasa (20/9/2022).

Mengenai modus merampas ponsel yang dilakukan oleh DSH, Zulkarnaen menjelaskan bahwa pelaku menyuruh korban untuk menepi terlebih dahulu dan langsung menyita ponsel milik korban.

Baca juga: Awas, Kapolsek Gadungan Berkeliaran di Pangandaran, Minta Bantuan ke Kepala Desa

"Jadi korban disuruh menepi dan ponsel milik korban diminta oleh pelaku dengan alasan sebagai barang bukti. Korban yang dalam kondisi tidak sadar tersebut ditinggalkan oleh pelaku begitu saja," ucapnya.

Ia menjelaskan, pelaku menjalankan aksinya dengan menggunakan atribut polisi seperti jaket provost, sepatu PDL Polri dan kopel polisi.

"Modusnya adalah berpura-pura menjadi anggota kepolisian dari Polres Purwakarta. Pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak lima kali di wilayah Kabupaten Purwakarta dan sudah 8 orang menjadi korban," ujarnya.

Zulkarnaen mengatakan, pelaku mengincar anak sekolah yang berusia 15 hingga 16 tahun yang tidak menggunakan masker atau pelajar yang tidak menggunakan helm saat memakai motor.

Dengan begitu pelaku yang berpura-pura sebagai polisi langsung menegur dan mengambil ponsel korban.

Dari penangkapan DSH, Zulkarnaen mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor, dua unit handphone, celana PDL hitam, jaket hitam dan sebuah sepatu PDL.

Baca juga: Ini Profesi Asli Dua Polisi Gadungan yang Rampas Ponsel Remaja di Lembang, Ngaku Jadi Kanit

"Pelaku sengaja menggunakan beberapa atribut polisi agar korban percaya dengannya. Pelaku mendapatkan atribut-atribut tersebut dibeli di daerah Cimahi. Hasil rampasan ponsel milik korban tersebut, pelaku akan menjualnya dengan cara COD (cash on delivery)," ujarnya.

"Dari aksinya tersebut DSH dijerat dengan Pasal 378 KUPidana tentang penipuan dengan hukuman maksimal empat tahun penjara," ujar Zulkarnaen. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved