Anggota Komisi I DPRD Jabar; Bogor Barat, Wilayah Paling Didorong Jadi CDOB Selain Tiga Wilayah Ini

Anggota DPRD Jawa Barat dari Komisi I Fraksi PDI Perjuangan, Rafael Situmorang mengatakan Bogor Barat menjadi wilayah yang bisa jadi CDOB

istimewa
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota DPRD Jawa Barat dari Komisi I Fraksi PDI Perjuangan, Rafael Situmorang buka suara terkait tahapan terkini masalah usulan calon daerah otonomi baru (CDOB) yang sudah dikirimkan Pemerintah Provinsi Jabar di bawah pimpinan Gubernur Ridwan Kamil.

Menurutnya, ada tiga daerah yang tengah berproses, yakni antara lain Garut Utara, Tasikmalaya Selatan, dan Cianjur Selatan.

Ia mengatakan tiga CDOB ini merupakan bagian dari rangkaian sebelumnya, seperti Bogor Barat, Sukabumi Utara, dan Garut Selatan.

"Sejauh ini prosesnya terus dipantau oleh kami dari Komisi I DPRD Jabar. Saya mendengar sudah diberikan ke Kemendagri, lalu kemarin sempat disampaikan ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD), sebab kan peranan DPD salahsatunya terkait pemekaran sangat kuat," katanya, Senin (19/9/2022)

Meskipun dalam proses pemekaran daerah otonomi baru (DOB) ini ada moratorium dari pusat, Rafael meyakini bahwa wilayah Bogor Barat sangat layak menjadi DOB lantaran miliki jumlah penduduk banyak sekitar 5,9 juta.

"Jarak dari Bogor Barat, semisal Rumpin saja ke Cibinong itu jauh sekali. Jadi, saya pikir Bogor Barat layak untuk mekar. Dan idealnya Jabar harus ada 37 atau 38 wilayah dari sekarang baru 27 kabupaten/kota," ujarnya seraya menegaskan banyak wilayah yang meminya untuk dimekarkan.

Adapun persyaratan suatu wilayah bisa menjadi DOB, kata Rafael, ialah mesti melalui musyawarah desa, persetujuan bersama antara kepala daerah induk dengan DPRD-nya, serta masalah finansial.

"Tujuan adanya pemekaran itu ya sudah jelas supaya bisa memperpendek pelayanan publik, lalu kami mendorong agar tak ada kecemburuan finansial, semisal dana transfer dari pusat itu kan tergantung dari jumlah kabupaten dan kota di provinsi tersebut, makanya Jabar masih kalah dari Jatim bantuan dari pusatnya," ujarnya seraya terus mendorong Bogor Barat menjadi wilayah yang harus terlebih dahulu mekar.

Ketika disinggung terkait adanya wacana Bandung Timur masuk sebagai CDOB, Rafael menegaskan itu tidaklah benar.

Sebab, katanya Bandung Timur belum ada pengajuan dari pemerintah Kabupaten Bandung.

"Belum, belum ada (pengajuannya). Kan harus diawali adanya musdes, lalu ada kesepakatan dari Kabupaten Bandung dan DPRD-nya. Intinya, syarat formalnya belum ada. Dan kami tentu selalu menunggu pengajuan yang diberikan Gubernur," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved