Setelah Gubernur dan Wagub, 26 Perangkat Daerah di Jabar Akan Beralih Menggunakan Kendaraan Listrik

Setelah Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar menggunakan mobil bertenaga listrik untuk kendaraan dinasnya, selanjutnya 26 dinas, badan, dan biro akan

Tribun Jabar
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum atau yang akrab disapa Kang Uu memperlihatkan mobil listrik Hyundai Ioniq-nya di Pendopo Cianjur, Selasa (23/3/2021). Setelah Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar menggunakan mobil bertenaga listrik untuk kendaraan dinasnya, selanjutnya 26 dinas, badan, dan biro akan beralih menggunakan kendaraan listrik. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jabar Ai Saadiyah Dwidaningsih, mengatakan sejak 2021 Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar sudah menggunakan mobil bertenaga listrik untuk kendaraan dinasnya.

Selanjutnya secara bertahap, sebanyak 26 dinas, badan, dan biro, di Jabar pun akan beralih menggunakan kendaraan listrik.

Ia mengatakan, hal ini merupakan penerapan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Kini diperkuat dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan Atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

"Kemudian tahun ini sudah ditindaklanjuti pula oleh Pak Gubernur bahwa mulai tahun depan di perangkat daerah sudah harus mulai menggunakan kendaraan listrik dan alhamdulillah secara bertahap kita akan memanfaatkan bagi 26 perangkat daerah, yaitu dinas, badan, maupun biro," katanya di Bandung, Minggu (18/9).

Hal ini tentunya diiringi dengan pengembangan infrastrukturnya untuk pengisian daya listrik, dengan bekerja sama dengan PLN, kemudian juga melibatkan pihak lain untuk bisa memperbanyak infrastrukturnya.

Baca juga: Pemprov Jabar Terus Berupaya Menambah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum

"Agar masyarakat itu menjadi nyaman, menjadi tenang, ketika mereka akan berkendara di seluruh wilayah Jawa Barat," katanya.

Ia mengatakan Jabar terus berupaya menghadirkan fasilitas pengecasan baterai kendaraan listrik atau SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) maupun Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Komitmen lainnya, Pemda Provinsi Jabar sudah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2019 tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2050. Melalui Perda tersebut, Pemda Provinsi Jabar memiliki target-target terkait energi baru terbarukan (EBT) yang mencakup semua sektor seperti transportasi dan industri.

"Mudah-mudahan ini suatu pemecahan akan diinisiasi, infrastrukturnya juga akan didorong, bagaimana keamanan-kenyamanan, meyakinkan masyarakat bahwa penggunaan kendaraan listrik aman dan nyaman, tidak takut habis baterai, dan lain-lain," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved