Cerita Siswi Korban Banjir Bandang di Pangandaran, Terjebak di Mess, Selamat Berkat Dinding Didobrak

Mereka bisa keluar dari dalam mes karena ada temannya yang berinisiatif mendobrak dinding bangunan mes tersebut dari luar.

Penulis: Padna | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Padna
Dua korban di antara empat siswi SMK Dharma Agung Sidamulih yang menjadi korban banjir di Dusun Cibereum, Desa/Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Dua siswi di Kabupaten Pangandaran menceritakan saat terjadinya banjir bandang pada Minggu (13/9/2022) malam.

Peristiwa banjir bandang tersebut disebabkan air sungai meluap.

Diketahui, dua siswi tersebut merupakan dua korban dari empat yang terjebak di dalam ruangan mes milik satu warga setempat.

Baca juga: Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Tasik, Tak Sempat Selamatkan harta Benda, Air Cepat Meninggi

Dua siswi ini bernama Nurapipah dan Anisa Amelia, siswi SMK Dharma Agung Sidamulih.

Saat kejadian, mereka mengaku sangat panik karena terjebak di dalam mes.

"(Di dalam mes) Airnya sampai 1 meter lebih dan terjebak sekitar setengah jam," ujarnya kepada Tribunjabar.id saat berada dalam ruangan mes milik SMK Dharma Agung Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Selasa (13/9/2022) pagi.

Mereka bisa keluar dari dalam mes karena ada temannya yang berinisiatif mendobrak dinding bangunan mes tersebut dari luar.

"Teman dari mes putra itu mendobrak dinding Grc dari luar. Kan, saat banjir pintunya enggak bisa dibuka, akhirnya dinding grc nya didobrak," kata kedua siswi tersebut.

Menurutnya, akibat banjir, banyak barang berharga milik mereka yang hilang terbawa banjir.

Barang berharga yang hilang di antaranya pakaian sekolah, sertifikat paskibra, sepatu 4 pasang, dan sendal 4 pasang milik 4 siswi juga hilang.

"Sama ada lagi, ijazah SD dan SMP milik satu teman yang sekarang sedang istirahat di rumah juga hilang," ucapnya.

Baca juga: Detik-detik Banjir Bandang Menerjang Belasan Rumah di Buninagara Kota Tasik, Tinggi Air Sampai 1,5 M

Kepala SMK Dharma Agung Sidamulih, Lantri Ternasih mengatakan, empat siswi baru mengalami banjir sebesar ini mungkin masih panik dan syok.

"Jadi, mungkin ada anak yang sedikit trauma tapi alhamdulilah sekarang bisa belajar kembali dengan aman dan nyaman," kata Lantri.

Kondisi kesehatannya juga, Ia bersyukur sekarang dalam kondisi baik dan sehat.
"Cuman, ada barang-barang berharga yang terbawa hanyut banjir. Salah satunya sepatu, semua sepatu milik 4 siswa tersebut ikut hanyut," katanya.

Setelah mes lama terkena banjir besar, untuk tempat keempat siswi sekarang sudah dipindahkan ke asrama yang berada di dalam sekolah tersebut

"Dan alhamdulillah, sudah mengikuti pembelajaran seperti biasa," ucap Lantri.*

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved