Unjuk Rasa BBM, Polisi Indramayu Urut Mahasiswa yang Terkilir, Bupati Kuningan Feeling BBM Turun
Aksi menolak kenaikan BBM digelar di sejumlah daerah di Jawa Barat kemarin.
Bukan hanya soal harga BBM, tapi juga pelanggaran HAM, kasus Tampomas, hingga desakan agar proyek-proyek nasional yang tidak berdampak langsung pada masyarakat untuk segera dihentikan.
Meski tak berujung ricuh, unjuk rasa diwarnai pembakaran ban bekas. Asapnya yang pekat membumbung tinggi dan bau.
Pembakaran ban bekas juga dilakukan mahasiswa saat berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kuningan, kemarin. Seperti di Sumedang, mahasiswa juga menyuarakan penolakan mereka atas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.
Meski diwarnai pembakaran ban, unjuk rasa relatif tertib, terutama setelah Dandim 0615 / Kuningan Letkol Inf Bambang Kurniawan terjun langsung menemui para peserta aksi.
"Semua diam! Saya Dandim Kuningan bertanggungjawab dalam kegiatan ini. Saya harap semua duduk. Saya akan menghadirkan Bupati dan Ketua DPRD Kuningan dalam lima menit," kata Dandim, yang kemudian masuk ke Gedung DPRD.
Mendengar itu, para pengunjuk rasa pun menurut. Benar saja, tak lama berselang, Dandim kembali datang bersama Bupati dan Ketua DPRD Kuningan.
"Semua diam! Silakan duduk, silakan duduk!" ujar Dandim.
Usai menghadirkan Bupati Acep Purnama dan Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy, para pendemo dari masing - masing organisasi ekstra kampus seperti dari HMI, GMNI, PMII, IMM dan KAMMI bergiliran menyamaikan aspirasinya. Intinya sama, menolak kenaikan harga BBM.
Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy mengatakan, sejak awal DPRD Kuningan memang menolak kenaikan harga BBM.
"Penolakan bahkan juga sudah saya sampaikan dalam sambutan saya saat Sidang Paripurna Hari Jadi Kuningan pada tanggal 1 September kemarin. Kami menolak," ujarnya.
Berbeda dengan Nuzul, Bupati Kuningan H Acep Purnama minta semua sabar dalam menghadapi permalasahan ini.
"Feeling kami, harga BBM itu akan turun lagi. Jadi mohon kepada para mahasiswa, ojol, dan masyarakat agar bersabar," kata Bupati.
Penolakan kenaikan harga BBM, juga kembali dilakukan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tunggi di Bandung.
Kemarin, mahasiswa long march dari Pusadai, ke kantor DPRD Jawa Barat. Sesampainya di depan kantor DPRD, masa aksi langsung membuat lingkaran besar menutup jalan. Kendaraan yang akan melintas ke depan kantor DPRD pun terpaksa memutar arah.
Sebelum melakukan orasi, para mahasiswa menyempatkan menggelar salat Asar berjamaah di tengah jalan. Seperti sebelumnya, orasi kali ini juga menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera menurunkan harga BBM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/polisi-saat-mengurut-kaki-mahasiswa-yang-terkilir.jpg)