Segel Gerbang, Bakar Ban, dan Bikin Kuburan dari Aksi Mahasiswa Tolak Harga BBM Naik di Sumedang

Aksi mahasiswa di depan gedung DPRD Sumedang, Jumat (9/9/2022) sore menunjukkan tensi tinggi. Mereka membuat replika kuburan lengkap dengan kayu nisan

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Aksi mahasiswa di depan gedung DPRD Sumedang, Jumat (9/9/2022) sore menunjukkan tensi yang tinggi. Mereka membuat replika kuburan lengkap dengan kayu nisan dan membakar ban di tengah aksi menolak kenaikan harga BBM. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Suasana kerumunan mahasiswa di depan gedung DPRD Sumedang, Jumat (9/9/2022) sore menunjukkan tensi tinggi.

Mahasiswa berdemo dengan membuat replika kuburan lengkap dengan kayu nisan.

Selain mendirikan kuburan, mahasiswa juga membakar ban mobil bekas. Api menjilat-jilat udara yang lembab akibat gerimis. Asap hitam mengepul dari pembakaran ban itu. Mahasiswa terus berteriak.

Di gerbang DPRD Sumedang, sudah terpasang spanduk lebar berwarna putih berisi tulisan dengan tinta hitam dan merah, gedung tersebut disegel mahasiswa.

Aksi mahasiswa ini adalah upaya menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang oleh pemerintah pusat aturan kenaikannya diumumkan pada 3 September 2022.

Mahasiswa mendesak DPRD Sumedang untuk bersikap atas kenaikan ini, mendesak pemerintah melalui jalur legislasi untuk meninjau kembali kenaikan harga itu.

Baca juga: Harga BBM Naik, Nasib Sopir Angkot di Palabuhanratu Harus Nombok Beli Bensin, Setoran Harus Naik

"Kuburan itu simbol banyaknya hak-hak yang dirampas. Mulai dari hak Asasi Manusia (HAM) yang pada September hitam ini banyak kasusnya yang tak terungkap, juga simbol matinya peran DPRD Sumedang," kata Maulana Malik, Ketua BEM Ikopin University, di sela-sela aksi.

Dia mengatakan bahwa kenaikan harga BBM sangat tidak tepat. Maka mahasiswa berada di tempat itu untuk memperjuangkan hak rakyat.

"Kami inginkan audiensi. Kalau tak ada yang mau menemui kami, kami ultimatum dengan menaikkan tensi demo, bahwa kami serius," kata Maulana.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved