Satu Warga Sumedang Jadi Rebutan Dua Parpol di Sipol, KPU Lakukan Interviu, Tahap Verifikasi Selesai

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang telah melakukan verifikasi administrasi Partai Politik (Parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Dok. KPU Sumedang
Ketua KPU Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi, tengah mengklarifikasi terhadap warga yang tercatat dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) berpartai ganda.  

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang telah melakukan verifikasi administrasi Partai Politik (Parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. 

Sepanjang masa verifikasi, ditemukan satu warga Kabupaten Sumedang yang namanya tercatat pada dua partai politik.

Atas kasus itu, KPU Sumedang melakukan klarifikasi pada tahapan klarifikasi 4-5 Septermber 2022. 

Tahapan klarifikasi adalah mendatangkan orang yang tercatat dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) berpartai ganda itu untuk menjalani interviu. 

"Pada Senin malam itu, kami tutup tahapan klarifikasi dengan interviu terhadap dugaan keanggotaan ganda parpol calon peserta Pemilu 2024," kata Ketua KPU Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi, kepada TribunJabar.id, Rabu (7/9/2022). 

Ogi mengatakan, pada saat ditemukan kasus ganda parpol itu, nama anggota yang dipersoalkan diberi tanda BMS (belum memenuhi syarat). 

Baca juga: Bupati Sumedang Sambut Baik Dibukanya Tol Cisumdawu Seksi 2, Disiapkan Destinasi Wisata Unggulan

Selanjutnya, dalam Sipol kedua parpol di mana nama orang tersebut tercantum, ada notifikasi bahwa parpol harus mengunggah surat pernyataan. 

Surat pernyataan itu berisikan bahwa orang yang bersangkutan hanya memilih satu parpol di antara dua parpol yang mencantumkan namanya. 

"KPU menindaklanjuti parpol yang mengupload surat pernyataan saja," katanya.

Dengan demikian, status orang tersebut berubah dari BMS menjadi MS (memenuhi syarat).

Sebaliknya, pada Sipol parpol yang satunya lagi, status orang tersebut TMS (tidak memenuhi syarat). 

Baca juga: Nama Dua Wartawan Tasik Dicatut Parpol Sebagai Anggota dan Dijadikan Syarat Daftar ke KPU Setempat

Sayangnya, pada kasus yang terjadi, kedua parpol tersebut mengunggah surat pernyataan yang sama, bahwa orang yang bersangkutan juga memilih partai itu. 

"Sampai malam tengah malam, Senin malam itu, beberapa pengurus parpol datang ke KPU untuk melakukan klarifikasi. Legal officer (LO) partai mendatangkan orang yang diduga memiliki keanggotaan ganda, KPU melakukan wawancara atau klarifikasi kepada orang tersebut, memastikan memilih partai apa karena kami mendapati lebih dari satu surat pernyataan," kata Ogi. 

Setelah ada pernyataan bahwa orang tersebut memilih salah satu parpol, maka KPU meminta orang tersebut dan LO-nya menandatangi surat keterangan bahwa yang bersangkutan memilih menjadi anggota partai tersebut bukan partai lain. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved