Tol Cisumdawu Seksi 2 Dibuka, DPRD Sumedang Desak Pemerintah Tuntaskan Masalah Warga Ini

Wakil Ketua DPRD Sumedang, Jajang Heryana, menilai pembukaan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi 2 (Pamulihan-Sumedang Kota), dilematis.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Jalan tol Cisumdawu seksi 2 yang menghubungkan Pamulihan-Bojong di Sumedang dibuka pada Jumat (29/4/2022) siang. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Wakil Ketua DPRD Sumedang, Jajang Heryana, menilai pembukaan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi 2 (Pamulihan-Sumedang Kota), dilematis. 

Pada satu sisi, ada tuntutan tol agar segera dibuka, tapi pada sisi yang lain masih ada hal-hal yang berkaitan dengan hak warga terdampak yang belum tuntas.  

"Yang harus dipikirkan bersama, yakni penanganan dampak dari pergerakan tanah pada daerah Sirnamulya dan bagaimana nasib pelaku UMKM di jalur arteri," kata Jajang Heryana kepada TribunJabar.id, Selasa (6/9/2022). 

Soal warga terdampak di Sirnamulya, Jajang mengatakan, pergerakan tanah akibat proyek pembangunan Tol Cisumdawu membuat rumah-rumah warga retak.

Warga di sana menuntut ganti rugi.

Baca juga: Bandara Kertajati Tak Optimal Karena Tol Cisumdawu Belum Rampung, Kata Anggota DPR RI

"Segera selesaikan beberapa tuntutan warga yang lahannya belum dibayar tetapi sudah dipakai jalur jalan tol," katanya. 

Wakil Ketua DPRD Sumedang Jajang Heryana saat memberikan keterangan kepada Tribun Jabar.id di halaman Kantor Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Senin (28/6/2021) sore.
Wakil Ketua DPRD Sumedang Jajang Heryana saat memberikan keterangan kepada Tribun Jabar.id di halaman Kantor Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Senin (28/6/2021) sore. (Tribun Jabar / Kiki Andriana)

Berkaitan dengan UMKM di jalur arteri yang kemungkinan besar akan kehilangan pembeli karena pengendara lebih memilih tol, juga harus dipikirkan matang-matang oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang. 

"Antisipasi dampak dari tidak dilewatinya sebagian jalur utama Jatinangor-Sumedang (ke depan sampai Ujungjaya), apabila para pelaku UMKM kehilangan pembeli," kata Jajang. 

Politikus Partai Golkar ini juga mengingatkan Pemkab Sumedang yang sebelumnya telah berjanji akan menyediakan ruang bagi pelaku UMKM di rest area di Tol Cisumdawu, agar melaksanakan rencana tersebut. 

Baca juga: Siap-siap, Tol Cisumdawu Seksi 2 Pamulihan-Sumedang Kota Dibuka Bulan Depan, Berapa Tarifnya?

"Kerja sama dengan pengelola jalan tol untuk menyiapkan rest area untuk kemudahan para pelaku UMKM yang terdampak lalu lintas jalan tol," ucapnya.

Namun demikian, Jajang berharap pengoperasian Tol Cisumdawu Seksi 2 bisa meningkatkan perekonomian daerah yang menjadi pintu keluar-masuk jalan tol. 

Posisi strategis ini bisa menambah pendapatan daerah sebab menjadi akses bagi pariwisata di Sumedang.

"Saya rasa berdasarkan beberapa kali pemantauan, Tol Cisumdawu Seksi 2 ini sudah layak dilalui pengendara," katanya. 

Jajang juga meminta Pemkab Sumedang untuk segera melakukan peningkatan akses jalan dari pintu keluar-masuk jalan tol menuju akses daerah pariwisata. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved