Keluarga Korban Berandal Bermotor di Sukabumi Butuh Bantuan, Tak Bisa Bayar Operasi Pake KIS

Untuk pengobatan dan perawatan biaya operasi korban keberingasan gerombolan berandal bermotor di Sukabumi tidak tidak bisa mengunakan Kartu Indonesia

Tribun Jabar/ Dian Herdiansyah
Ruang rawat korban gerombolan bermotor di RSUD RS Syamsudin SH, Sukabumi 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Keluaga PA (17), korban keberingasan gerombolan berandal bermotor di Sukabumi mengalami kendala pembayaran admibistrasi perawatan.

Kakak Korban, Z (31) mengatakan, untuk pengobatan dan perawatan biaya operasi adiknya tersebut tidak tidak bisa mengunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Padahal KIS merupakan jaminan kesehatan program pemerintah pusat untuk masyarakat.

Baca juga: 10 Anggota Geng Motor di Majalengka Aniaya 3 Bocah di Bawah Umur, Korban Disetrum Lalu Dipukuli

"Kita kan punya KIS. saya daftar pake KIS itu tidak bisa. Sebab alasanya pembacokan atau apalah kata pihak rumah sakit," jelasnya.

Pihak rumah sakit RSUD, untuk biaiya operasi perawatan korban, kata Z harus dengan tunai. Sementara keluarga sendiri memiliki keterbatasan ekonomi.

"Kita dalam keadaan kaya gini agak sulit ya. Jujur yang bikin kagetnya fungsi dari kita punya kartu KIS apa? Harapanya bisa lah," ucapnya.

"Secara tunai emang belum dikasih tau nominal ya, kalau obat-obatan kita udah bayar sendiri. Kemarin hampir 450 ribu dari obat aja. Belum biaya oprasi," keluh Z.

Pihaknya pun meminta pihak pemerintah untuk membantu kondisi yang dialaminya berharap adanya keringanan.

"Ya gimana lagi. Semoga pemerintah bisa membantu kami dan memberikan solusi terbaik," pungkas Z

Sebelumya, PA (17) menjadi korban kebrutalan gerombolan bermotor di Sukabumi. PA terpaksa kehilangan mata sebelah kanananya.

Hal itu diungkapkan oleh kakak korban, Z (31) saat ditemui Tribunjabar.id, Minggu (4/9/2022), sore di RSUD Syamsudin SH., Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

Sebelum dirawat di RSUD Syamsudin SH, korban sempat dievakuasi oleh teman-temanya ke RS Almulk Lembursitu Kota Sukabumi.

Baca juga: Geng Motor Berulah Lagi di Sukabumi, Bikin Wajah Sopir Angkot yang Sudah Lansia Berdarah, Kena Kaca

Namun luka korban sangat serius. Akhirnya korban dirujuk ke RSUD Syamsudin SH untuk mendapatkan perawatan intensif akibat luka di pelipis matanya.

"Keluarga mendapat kabar sekitar pukul 11 Malam, adik saya itu pertama di bawa langsung ke Almulk dibonceng temannya. Tidak ada peralatannya adikbsaya dirujuk ke Bunut," ujarnya.

Setelah dirujuk ke RSUD Syamsudin SH, PA mendapatkan perawatan medis secara intensif dan menjalani operasi oleh pihak dokter.

"Oprasi tadi sekitar pukul 09.00 WIB, dan selesai pukul 11.00 WIB. Kondisinya saat ini alhamdulillah sudah membaik dan dan tidak sakit lagi," tuturnya.

Saat mendapat kabar adanya pengangkatan mata sebelah kanan milik adiknya pun. Z merasa syok. Bahkan pihak dari parawat pun menyarankan untuk tidak memberitahukannya terlebih dahulu.

"Takut kaget gitu gak nerimain atau shock. Sekarang istirahat dulu dan belum dikasih tau. Suster juga yang ngerawat, jangan dikasih tau sekarang nanti aja besok menunggu periksa THT itu aja. Tapi kalau dari komunikasi udah gak ada kendala apapun," jelasnya.

Baca juga: Viral Video Provokasi Geng Motor di Sukabumi, 2 Anggota Geng Motor Langsung Mendekam di Sel

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved