Ingat Warga Garut yang Mobilnya Hangus Terbakar, Agustus 2022? Dia Kini Jadi Tersangka, Ini Kasusnya

Pelaku sebelumnya menjadi korban kebakaran dimana mobil pribadi yang dipakai mengangkut BBM terbakar sepulang mengisi BBM di kawasan Samarang

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Ravianto
Tribun Jabar / Sidqi Al Ghifari
Kapolres Garut AKBP Wirdhanto saat menggelar ekspose kasus tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang berlokasi di Jalan Raya Pasirwangi, Kecamatan Pasirwangi, Sabtu (3/9/2022).(Tribun Jabar / Sidqi Al Ghifari) 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Seorang warga Garut berinisial AA (42) ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, ia menjadi pelaku dalam tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Pelaku sebelumnya menjadi korban kebakaran dimana mobil pribadi yang dipakai mengangkut BBM terbakar sepulang mengisi BBM di kawasan Samarang, Kabupaten Garut pada Agustus 2022.

Saat itu polisi melakukan olah TKP, ditemukan keanehan di bawah mobil yang terbakar,yakni ditemukannya keran dan pipa yang telah dimodifikasi yang terhubung ke dalam tangki BBM.

"Dari hasil penyelidikan tersebut kami akhirnya menetapkan korban kebakaran menjadi pelaku tindak penyalahgunaan distribusi BBM subsidi," ujarnya saat ekspose kasus tersebut di kawasan Samarang, Sabtu (3/9/2022).

Ia menuturkan pelaku sudah memodifikasi kendaraan jenis minibus dalam waktu tiga bulan terakhir.

Pelaku kerap mengisi tangki BBM mobil miliknya hingga penuh lalu dialirkan menggunakan pompa air ke dalam jerigen yang sudah disediakan di dalam kendaraan lalu menjualnya.

"Modusnya ini pelaku mengubah bagian tangki bensin dengan mengalirkan menggunakan keran, juga ada pompa air untuk menyedot BBM," ucapnya.

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, AA diketahui mendapat keuntungan sebesar Rp.5 juta perbulan.

Berdasarkan pengakuannya, AA menjalankan bisnisnya itu seorang diri namun pihak kepolisian, imbuh AKBP Wirdhanto akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap keterlibatan pihak lain.

"Pelaku ini dikenakan Pasal 55 undang-undang mineral dan gas yang diubah menjadi undang-undang cipta kerja, pasal 40, dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun, denda Rp. 60 miliar," ujarnya.(Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved