Murid SD yang Terpapar HIV di Cianjur Sangat Tergantung pada Donatur
Belasan murid SD yang terpapar HIV di Cianjur karena tertular dari orang tuanya, kini hanya bisa menggantungkan hidupnya dari donasi para dermawan.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Januar Pribadi Hamel
TRIBUNJABAR.ID - Belasan murid SD yang terpapar HIV di Cianjur karena tertular dari orang tuanya, kini hanya bisa menggantungkan hidupnya dari donasi para dermawan.
Tak ada dana yang diberikan Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk membantu belasan murid SD yang terpapar HIV itu.
Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Cianjur, H Hilman, mengatakan anggaran yang digelontorkan oleh Pemkab Cianjur hanya Rp 75 juta pertahun, dan itu habis untuk operasional pegawai KPA dan keperluan sosialisasi.
"Alhamdulilah ada donatur tetap yang setiap bulannya menanggung kebutuhan belasan anak yang terpapar HIV ini. Kalau mengandalkan anggaran pasti tak akan cukup," kata Hilman, Kamis (1/9).
Baca juga: Di Ciamis 12 Orang Calon Pengantin Terpapar HIV/AIDS, Pengidap Terbanyak dari Kalangan Gay
Hilman mengatakan, ke-12 anak yang terpapar HIV ini mayoritas sudah yatim piatu. Mereka juga berasal dari keluarga yang tak mampu secara ekonomi.
"Usianya antara 10 hingga 12 tahun, dan masih duduk di kelas 5 dan 6 di sejumlah SD di Kabupaten Cianjur," ujar Hilman dalam kesempatan sebelumnya.
Ke-12 anak tersebut, ujar Hilman, kini tinggal di bersama nenek dan kakeknya atau kerabat mereka yang lain.
"Mereka terpapar sejak lahir, terular dari orang tuanya. Kasus IRT (ibu rumah tangga) yang positif HIV di Cianjur memang terbliang tinggi. Rata-rata mereka tertular dari suaminya," ujarnya.
Sejauh ini, kata Hilman, rata-rata kondisi kondisi ke-12 anak ini dalam keadaan sehat. "Ke-12 anak ini tak mengetahui bahwa mereka adalah orang dengan HIV. Pengawasan terus kami lakukan. Kami juga sudah memberikan arahan kepada keluarga terdekatnya," ujar Hilman.
Hilman mengatakan, assesmen kini juga sudah mulai dilakukan Kemensos dengan mengunjungi rumah anak-anak tersebut.
“Ini tentu hal positif untuk mereka. Dengan kunjungan itu, pemerintah melalui pihak kementerian bisa tahu hal apa saja yang sangat dibutuhkan anak-anak tersebut,“ ujarnya.
Meski HIV/AIDS menular, ujar Hilman, penularan hanya bisa terjadi melalui transfusi darah, hubungan seks bebas, atau melalui air susu ibu kepada anak yang disusuinya. Sehingga untuk pergaulan sehari-hari ke-12 anak ini dengan teman-teman sebanyaknya tidak ada masalah.
"Mereka bisa sangat normal bergaul dengan teman sebayanya," ujarnya.
KPA Kabupaten Cianjur mencatata, tahun ini, hingga Juni lalu, jumlah penderita HIV/AIDS di Cianjur sudah sebanyak 119 orang. Jumlahnya mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang masih di angka 109 orang.
Tak hanya di Kabupaten Cianjur, penambahan jumlah mereka yang terpapar HIV juga terjadi di kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat. Terhitung Jabuari hingga Juni 2022 saja, terdapat setidaknya 3.744 kasus baru HIV positif di Jabar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-balita-tertular-hivaids-_-1.jpg)