Olahraga Tenis Diperkenalkan pada Murid SD di Pangandaran, Diharapkan Muncul Talenta Terbaik

Guru dan murid sekolah dasar di Kabupaten Pangandaran mendapatkan pengetahuan dasar mengenai cabang olahraga tenis lapangan.

Editor: Giri
Istimewa
Foto bersama semua peserta, tim pelaksana dari ITB, pemateri, dan pengurus Pelti dalam kegiatan Sosialisasi Permainan Mini Tenis bagi Guru dan Siswa Sekolah Dasar yang berlangsung di Pangandaran, Sabtu (13/8/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Guru dan murid sekolah dasar di Kabupaten Pangandaran mendapatkan pengetahuan dasar mengenai cabang olahraga tenis lapangan.

Kegiatan bernama Sosialisasi Permainan Mini Tenis bagi Guru dan Siswa Sekolah Dasar itu digelar KK Ilmu Keolahragaan Sekolah Farmasi ITB yang bekerja sama dengan Pengurus Provinsi Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jawa Barat dan Pengurus Cabang Pelti Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Tenis Pantai Indah Resort, Pangandaran, Sabtu (13/8/2022), tersebut mendapat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITB.

Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan olahraga tenis lapangan yang masih jarang dimainkan masyarakat.

Baca juga: Gelombang Tinggi, Objek Wisata di Pangandaran Tidak Ditutup tapi Wisatawan Diimbau Tidak Berenang

Keadaan itu tentu memengaruhi prestasi atlet tenis di Indonesia yang masih rendah jika dibandingkan dengan olahraga raket lain yang lebih populer yaitu bulu tangkis.

Pada anak usia dini, olahraga tenis dapat diperkenalkan melalui permainan minitenis.

Harapannya, permainan tenis lebih dikenal anak-anak melalui guru-guru olahraga di sekolah dasar dan menjadi pemicu meningkatkan minat untuk bermain tenis yang bermuara pada meningkatkan prestasi tenis Indonesia di masa yang akan datang.

Baca juga: Raffi Ahmad Pamer Jago Main Tenis, Aurel Hermansyah dan Lesti Kejora Sebal: Hayang Nyembur Da

Kabupaten Pangandaran dipilih atas rekomendasi Pelti Jawa Barat dengan pertimbangan, Pangandaran sebagai daerah pariwisata juga memiliki potensi untuk mengembangkan tenis sebagai olahraga pariwisata (sports tourism).

Selain itu Pelti Pangandaran adalah merupakan organisasi olahraga tenis yang baru didirikan sehingga perlu adanya perhatian dalam bentuk kegiatan yang dapat menumbuhkan minat masyarakat dalam berolahraga, khususnya olahraga tenis. Kegiatan sosialisasi minitenis ini juga belum pernah dilaksanakan di Pangandaran.

Ketua pelaksana kegiatan, Didi Sunadi, yang merupakan dosen KK Ilmu Keolahragaan SF ITB, mengatakan, dari kegiatan ini diharapkan muncul talenta-talenta Indonesia dari cabang tenis, khususnya berasal dari wilayah Kabupaten Pangandaran, yang memiliki prestasi.

Baca juga: Cegah Penyakit ISPA, SF ITB Petakan Aktivitas Fisik Siswa Berdasarkan Demografi Sekolah se-Jawa

"Prestasi ini akan mengharumkan nama daerah dan bangsa. Selain itu pada saat ini terdapat jalur masuk jenjang pendidikan maupun pekerjaan untuk seorang yang memiliki prestasi di bidang olahraga," katanya. dalam keterangan yang diterima Tribun, Rabu (31/8/2022)

Ketua Umum Pelti Kabupaten Pengadaran, Tini Nurmasari, pun menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, ini menjadi langkah awal memasyarakatkan olahraga tenis.

"Hal ini juga merupakan salah satu tujuan didirikannya Pengurus Cabang Pelti Kabupaten Pangandaran. Masih rendahnya minat masyarakat Pangandaran terhadap tenis karena mereka belum mengenal dan mencoba tenis itu sendiri. Harapan ke depan, anak-anak dan guru-guru yang asalnya tersebar dari berbagai wilayah di Kabupaten Pangandaran dan hadir di kegiatan ini akan lebih mengenal tenis dan dapat menularkan wawasan dan minatnya di lingkungan masing-masing. Sehingga, minitenis maupun tenis sendiri lebih berkembang di Kabupaten Pangandaran," ucapnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved