Muncul Sebagai Bakal Capres 2024, Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil Sepakat Ingin Lakukan Hal Ini

Saat berkunjung ke Bandung, Sandiaga Uno sempat menanggapi kabar mengenai namanya yang muncul sebagai bakal calon capres di pilpres 2024.

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, di Kiara Artha Park, Kota Bandung, Minggu (28/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sejumlah nama calon presiden (capres) 2024 mulai bermunculan, termasuk dua yang tengah ramai, yaitu Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Sandiaga tidak asing di pemilihan presiden, lantaran sempat menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan Prabowo Subianto di pilpres 2019.

Saat berkunjung ke Bandung, Sandiaga Uno sempat menanggapi kabar mengenai namanya yang muncul sebagai bakal calon capres di pilpres 2024. Ia mengaku sedang fokus membantu Presiden Joko Widodo.

"Sebagai pembantu Pak Presiden, saya sedang fokus pulihkan ekonomi. Ekonomi sekarang sedang menghadapi tantangan inflasi dan lainnya. Memang sudah dimulai tahapan pemilu dan September 2023 akan ada penentuan dari siapa yang akan menjadi pasangan calon," katanya di Kiara Artha Park, Kota Bandung, Minggu (28/8/2022).

Sebagai alumni pilpres 2019, Sandiaga Uno menilai politik sangat dinamis. Kini, Sandiaga Uno mementingkan perkawanan atau persahabatan, semisal dengan Ridwan Kamil.

"Saya dengan kang Emil ini bersahabat dan setiap kegiatan. Tentu kami fokus untuk kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya. Yang menjadi catatan adalah bagaimana untuk jangan menghilangkan untuk pemulihan ekonomi," ujar Sandiaga Uno.

Baca juga: Warga Jabar Bisa Sampaikan Nama Capres Idamannya dalam Musra di Sport Jabar Arcamanik, Ini Waktunya

Di sisi lain, Kang Emil sapaan Ridwan Kamil memberikan tanggapan terkait namanya yang juga muncul sebagai bakal calon presiden 2024.

Menurutnya, dia atau pejabat lainnya sebagai individu yang sedang bekerja. Dengan semakin bagusnya pekerjaan yang dikerjakan, maka bisa semakin bagus pula apresiasi masyarakat dan berdampak pada elektoral.

"Jadi, kalau mau elektoral naik ya bekerja dengan baik. Itulah yang kami lakukan. Ketika kami katakan enggak, pasti di survei juga ada kan? Hidup itu sederhana, kalau pintu takdir terbuka (jadi calon) ya bismillah," katanya.

Emil pun berkaca pdaa Sandiaga Uno di 2019 melakukan ikhtiar. Dia pun mengaku meskipun nantinya tak menjadi calon presiden pun tak masalah. 

"Yang penting kan ikhtiar dilakukan dengan doa juga. Bila nanti tak jadi pun enggak masalah, karena ladang amal untuk memberi manfaat kan banyak tak harus dalam bentuk politik di level nasional.

Saya pribadi masih ada hak gubernur dan lainnya. Jadi, yang penting kalau boleh tak ada lagi perpecahan. Siapa pun presiden, nanti kami dukung. Indonesia lagi keren-kerennya momentum G20. Pada 2024 nama yang muncul nanti saya yakin adalah orang-orang hebat dan pasti didukung," ujarnya.

Baca juga: Warga Jabar Bisa Sampaikan Nama Capres Idamannya dalam Musra di Sport Jabar Arcamanik, Ini Waktunya

Ketika disinggung apakah nantinya pendapat Jokowi akan berpengaruh pada pilihan rakyat, Emil menegaskan bahwa politik bukanlah matematik. Bahkan, Emil mencontohkan dahulu di 2019, nama KH Maruf Amin tak ada dalam survei, bahkan tak ada baliho atau dalam spanduk.

"Tapi, kalau Allah takdirkan menjadi pemimpin bisa. Dan kadang tak semua yang dilihat hari ini dianggap sebagai bacaan final di masa depan," katanya.

Sandiaga menegaskan  ingin sekali di pilpres atau pemilu 2024 bisa menjadi pesta demokrasi yang mempersatukan. Apalagi, pemilu 2019 kata Sandiaga, masuk dalam politik era pecah belah hingga adu domba.

"Sekarang ini era politik persahabatan dan saya yakin siapa pun pemimpinnya nanti bisa membawa Indonesia lebih baik," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved