Anak Sekolah Tak Perlu Nyeberang Sungai Lagi, Jembatan Pangandaran-Tasikmalaya Sedang Dibangun

Akses jembatan gantung akan dibangun di atas Sungai Ciharuman di wilayah Desa Pagerbumi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran.

Penulis: Padna | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Dhani/Vertikal Rescue Pangandaran
Penampakan Sungai Ciharuman memisahkan dua desa di Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya.  Jembatan gantung penghubung antardesa dua desa itu sedang dibangun. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN- Sempat mengeluh, warga di perbatasan Pangandaran-Tasikmalaya kini bersyukur karena akan mempunyai akses jembatan gantung.

Akses jembatan gantung akan dibangun di atas Sungai Ciharuman di wilayah Desa Pagerbumi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran.

Anggota relawan Vertikal Rescue Pangandaran, Dhani mengatakan, jembatan Sungai Ciharuman  merupakan satu akses menghubungkan dua desa di dua kabupaten.

Ada Desa Pagerbumi, Kecamatan Cigugur di Kabupaten Pangandaran dan Desa Neglasari, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya.

"Sebelum ada jembatan, warga di dua desa itu hanya harus turun dan melewati sungai. Anak sekolah harus nyeberang dulu," ujar Dhani kepada Tribunjabar.id melalui WhatsApp, Rabu (24/8/2022) siang.

Baca juga: Jembatan Ambruk Tiba-tiba, Banyak Anak Kecil Jatuh dan Tenggelam Kali Krukut di Petojo Jakarta

Kalau hendak mengangkut hasil pertanian atau ke acara hajatan lainnya, misalnya, warga harus melewati sungai.

"Karena memang, belum ada akses jembatan. Padahal kan, cukup banyak anak yang sekolah dari Tasikmalaya ke Pangandaran (Cigugur)," katanya.

Kalau turun hujan, ucapnya, tentu sungai tersebut tidak bisa dilewati dan harus menunggu sampai airnya surut.

"Warga yang beraktivitas sehari-hari ataupun anak yang mau sekolah, itu harus mencari jalan lain. Mereka, harus muter dulu ke arah Leuwiliang yang akses jaraknya sekitar 2 sampai 3 jam," katanya.

Kalau sudah dibangun jembatan gantung tersebut, ucapnya, jarak Pangandaran-Tasikmalaya bisa ditempuh hanya sekitar 30 menit.

"Tentunya perekonomian, pertanian, dan pendidikan juga bisa lebih maju. Semoga, pembangunan jembatan gantung yang didukung yayasan methodist go charity '90 ini bisa berjalan lancar," ucap Dhani.  

 

 

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved