Ada 2018 Anak-anak Stunting di Subang, Kadinkes Ajak ASN dan TNI-Polri Jadi Orang Tua Asuh

para pejabat eselon dua dan tiga di lingkup Pemkab Subang bisa mengawali gerakan orang tua asuh bagi anak-anak stunting.  

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Ahya Nurdin
Asda 1 Kabupaten Subang, Rahmat Efendi, beserta istri menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting. Mereka memberikan bantuan makanan bergizi bagi ana-anak stunting, Rabu (24/8/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG- Dalam rangka mempercepat zero stunting di 2023, Pemkab Subang menetapkan kebijakan program Bapak Asuh Anak Stunting atau (BAAS) bagi kepala perangkat daerah dan seluruh BUMD milik Pemkab Subang.

Asisten Daerah 1, Rahmat Efendi mengatakan, Program BAAS atau orang tua asuh diharapkan mampu menekan angka stunting.

"Desa dan kelurahan diharapkan dengan program tersebut, di tahun 2023 tidak ada lagi anak-anak stunting," ujar Rahmat Efendi.

Para pejabat hingga pegawai BUMD di Subang diwajibkan mengunjungi anak stunting dan memberikan stimulan atau paket bantuan misalnya susu kemudian multivitamin, buah-buahan, telur dan makanan serta minuman bergizi lainnya.

"Anak stunting ini memang harus dilakukan pendamping misalnya protein dan gizinya harus terpenuhi tiap hari berapa gram, buah-buahan, dan kalorinya," kata Rahmat Efendi.

Baca juga: Keluarga Sadar Gizi Mencegah Kasus Stunting di Masyarakat

Is berharap dengan program yang berkolaborasi terintegrasi ini, anak-anak stunting bisa kembali hidup normal dan di 2023, Subang menjadi zero stunting.

"Saya kira penanganan stunting di Subang ini tidak bisa diselesaikan secara parsial, tetapi memerlukan dukungan dari semua elemen masyarakat, stakeholder," katanya.

"Saat ini, di Subang masih ada 2. 018 balita menderita stunting. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 masih tergolong bayi berusia di bawah 2 tahun," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr Maxi, mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan TNI-Polri di lingkup Pemkab Subang untuk menjadi orang tua asuh bagi anak yang mengalami stunting atau kekurangan gizi kronis.

"Untuk penanganan kasus kekerdilan atau Stunting ini, dibutuhkan peran seluruh pihak. Dan kita dilingkungan Pemkab Subang sudah memulai dari dalam lingkup Pemkab Subang dengan menjadi orang tua asuh," kata dr Maxi pada Rabu (24/8/2022).

Dia mengatakan para pejabat eselon dua dan tiga di lingkup Pemkab Subang bisa mengawali gerakan orang tua asuh bagi anak-anak stunting.  

Baca juga: Cianjur Masuk Zona Merah Stunting, Tiga Rumah Sakit Lakukan Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Anak

"Alhamdulillah, para pejabat Subang hingga camat, kepala puskesmas, Kapolres Subang, Dandim, Danlanud, Danyonif Kala Hitam/312 hingga jajaran Kapolsek dan Danramil, sudah jadi orang tua asuh bagi para balita penderita stunting," katanya. 

Menurut dr Maxi, keberadaan orang tua asuh akan membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak stunting atau kekurangan gizi.

"Setiap bulan akan diberikan bantuan pemenuhan gizi seperti susu, vitamin, dan aneka makanan bergizi lainnya untuk balita Stunting," katanya.

"Alhamdulillah, 2.018 balita yang mengalami stunting, semua sudah terkover oleh orang tua asuh dari pejabat Subang, TNI-Polri, dan pihak BUMD," ujarnya.

Ia berharap gerakan orang tua asuh bisa menekan angka stunting di Kabupaten Subang

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved