Pengemudi Ojek Online Ini Bawa Janin ke Kantor Polisi, Kasus Menggugurkan Kandungan pun Terungkap

"Seandainya ojek online ini tidak segera melaporkan ke kepolisian, belum tentu kami bisa mengungkap kasus menggugurkan kandungan ini dengan segera,"

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Kapolresta Bandung, Kombes Kusworo Wibowo, saat menjelaskan kasus perempuan menggugurkan kandungan berdasarkan informasi dari pengemudi ojek online, Selasa (23/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Seorang pemudi yang menggugurkan kandungan, dengan cara minum obat yang dibeli di Sukabumi, akhirnya diamankan Polresta Bandung.

Setelah menggugurkan kandungan di Ciwidey Kabupaten Bandung, R (20), meminta pengemudi ojek online menguburkan  janin tersebut.

Janin tersebut, bukannya dikuburkan, tapi oleh pengemudi ojek online tersebut, dibawa ke Polsek Ciwidey.

Kapolresta Bandung, Kombes Kusworo Wibowo, mengatakan Polsek Ciwidey berkomunikasi dengan reserse Polresta Bandung unit PPA sehingga kasus itu ditangani.

"Kami telusuri dan kami dapatkan penyelidikan dari mulai ojek online-nya ini. Kemudian didapatkanlah identitas tersangka saudari R ini," kata Kombes Kusworo Wibowo.

Kusworo mengatakan polisi kemudian mengambil keterangan dan terbukti R telah melakukan tindak pidana.

Baca juga: Jadi Mitos di Masyarakat, Apakah Benar Nanas Bisa Menggugurkan Kandungan? Berikut Faktanya

"Sesuai dengan pasal 246 KUHP, yaitu barang siapa mengugurkan kandungan diancam hukuman pidana penjara 4 tahun," tuturnya.

Kusworo menjelaskan, R membeli dan minum obat di Sukabumi. Aslinya, ia merupakan warga Kecamatan Kadupanda, Kabupaten Cianjur, dan TKP rencana pembuangan janin di Ciwidey

Menurut Kombes Kusworo Wibowo, polisi hanya menahan R.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved