Kisah Sukses Pemuda Asal Riau Kini Menjadi Musisi di Pangandaran, Digaji Pakai Dolar dari Aplikasi
Roji Sahputra, pemuda asal Tanjungpinang Riau nekat meninggalkan tempat kelahirannya untuk kembangkan bakat, kini sukses menjadi musisi di Pangandaran
Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Roji Sahputra, pemuda asal Tanjungpinang, Kepulauan Riau ini sukses menjadi musisi di Pangandaran.
Roji Sahputra, nekat meninggalkan tempat kelahirannya untuk mengembangkan bakat dan mencari rejeki di Studio Spotlight Indonesia.
Studio Spotlight Indonesia ini, berada di wilayah Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran.
Roji yang sebelumnya pernah mengikuti kontrak dan audisi di tempat lain, merasa bersyukur bisa mengembangkan bakatnya di Spotlight Indonesia.
"Dan memang, selama di spotlight ini, yang saya rasakan ada perbedaan lebih kepada kemajuan,," ujar Roji kepada Tribunjabar.id di satu ruangan Studio Spotlight Indonesia, Senin (22/8/2022) malam.
Jadi, Ia yang asalnya berkarya di aplikasi stream card Indonesia, akhirnya mengikuti program Spotlight Indonesia.
Baca juga: Ingin Mencetak Artis Talenta, Pria di Pangandaran Rela Tinggalkan Pekerjaan Sebagai Perangkat Desa
"Jadi, di spotlight itu, kita bernyanyi dengan digaji per jam itu 20 sampai 40 dolar. Digajinya, ya dari aplikasi itu sendiri. Kebetulan, yang punya aplikasi di Indonesia itu pak Aan Suhendar yang punya spotlight Indonesia di Mangunjaya, Pangandaran," katanya.
Mulai pendaftaran, Ia diseleksi dan kemudian dihubungi untuk memproduksi lagu di studio spotlight Indonesia.
"Karena, progesnya pingin buat karya dengan lagu-lagu baru. Pas masuk disini, sama sekali tidak bayar malahan saya yang dibayar," kata Roji.
Hingga saat ini di spotlight Indonesia, Ia sudah memproduksi 10 lagu milik sendiri dan 7 lagu milik satu temannya.
"Jadi, buat teman-teman yang baru masuk kesini bisa dibuatin lagu. Kebetulan kan, Saya disini sebagai arranger (penata musik), pencipta lagu dan juga sebagai penyanyi," ucapnya.
Untuk penghasilan di Studio Spotlight Indonesia, Ia mengaku cukup puas dengan hasil karyanya.
"Secara nominal, Saya tidak bisa disebutkan. Tapi, mungkin kalau mengenai fasilitas disini, talenta yang masuk kita dibuatkan channel YouTube kemudian dimonetisasi. Artinya, setiap conten yang tampil, kita buatkan cover lagu."
Baca juga: Momen HUT ke-77 RI, Ratusan Warga Pangandaran Turun ke Sawah, Ternyata Lakukan Ngobeng Lauk
"Kan, biasanya kalau kita cover lagu pasti disomasi orang. Nah, ini tidak karena sekarang kita buat cover lagu, kita dibayar Studio Spotlight Indonesia," kata Ia.
Karena pertama, kata Ia, agu-lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu yang diproduksi di Spotlight Indonesia.
"Yang kedua, kita juga mendapatkan gaji dari aplikasi karena kita kan disini dibayar per jam," ujarnya.
Kemudian, yang ketiga, Ia sebagai arranger juga ada royaltinya dan royaltinya ini hingga 70 tahun.
"Sampai hak cipta juga, karena saya pencipta lagu juga. Terus, sebagai penyanyi lagu juga dapat royalti," ucap Roji.
Jadi, ucap Roji, setiap musisi talent yang masuk di Studio Spotlight Indonesia ini akan diuntungkan.
Baca juga: Penyandang Disabilitas Kini Punya Akses Jalan Kursi Roda di Taman Pangandaran Sunset
"Yang penting sih, kita bukan masalah nominal karena Saya sebagai seniman berharap bisa berkarya untuk generasi - generasi selanjutnya," ujarnya. (*)