Ingin Mencetak Artis Talenta, Pria di Pangandaran Rela Tinggalkan Pekerjaan Sebagai Perangkat Desa

Tinggalkan pekerjaan sebagai perangkat desa, pria 35 tahun di Pangandaran mendirikan Studio Spotlight Indonesia agar bisa mencetak artis talenta

Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/PADNA
Tinggalkan pekerjaan sebagai perangkat desa, Aan Suhendar, pria 35 tahun di Pangandaran ini mendirikan Studio Spotlight Indonesia agar bisa mencetak artis talenta. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Tinggalkan pekerjaan sebagai perangkat desa, pria berusia 35 tahun di Pangandaran, ini mendirikan Studio Spotlight Indonesia agar bisa mencetak artis talenta.

Pria ini bernama Aan Suhendar warga di Dusun Cirapuan, Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran.

Aan Suhendar atau biasa disapa Reza Express ini, sebelumnya sempat menjadi perangkat Desa di Desa Sindangjaya selama 6 tahun.

Namun, karena melihat potensi yang ada, Aan keluar menjadi perangkat Desa dan memilih untuk menggeluti bisnis di dunia musik.

"Ya, pada intinya, Saya melihat potensi di Kabupaten Pangandaran khususnya di wilayah priangan timur. Dan, Saya ingin mencetak artis talent," ujar Aan saat ditemui Tribunjabar.id di rumahnya, Senin (22/8/2022) malam.

Karena, ucap Ia, saat ini banyak musisi-musisi yang mana mereka masih secara bebas membawakan lagu orang lain yang padahal mereka tidak tahu aturannya harus seperti apa.

Misalkan, jika ada satu artis atau musisi yang mendapatkan masalah dari hak cipta orang lain atau Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) terkait, mereka bisa terkena denda.

"Karena, kan membawa lagu itu selalu dikomersilkan walaupun di tempat hajatan. Ya, meskipun di acara pribadi, ketika ada gugatan artis tersebut tetap kena denda."

"Contoh, di salah satu hajatan, ada orang yang membawakan lagu Tri suaka. Terus, izin lisensinya kan enggak ada, itu tetap tidak boleh. Karena, ada aturannya yang dinamakan hak ekonomi," katanya.

Pertama mendirikan Studio Spotlight Indonesia, Ia mengaku sebetulnya tidak mempunyai bakat dasar.

"Saya hanya belajar otodidak kang, cuman kebetulan saya kenal dengan five munites dan artis Saka. Terus saya gaul sama mereka, belajar aturan dan terus belajar," kata Aan.

Aan bersyukur, dengan bermodalkan kepercayaan, studio spotlight Indonesia bisa berjalan sampai 5 bulan.

"Alhamdulillah, mulai bulan April (tahun 2022) sampai Agustus sekarang bisa berjalan. Ya, tentunya dengan modal kepercayaan," ucap Aan. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved