Kamis, 9 April 2026

Ada Dugaan Kebocoran Data 26 Juta Pelanggan Indihome, Kominfo Panggil Telkom

Menurut Semuel, Kominfo segera mengeluarkan rekomendasi teknis untuk peningkatan pelaksanaan perlindungan data pribadi Telkom

Istimewa
ILUSTRASI- Diduga ada kebocoran data 26 juta pelanggan Indihome, PT Telkom Indonesia (Persero). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Diduga ada kebocoran data 26 juta pelanggan Indihome, PT Telkom Indonesia (Persero).

Dugaan kebocoran data tersebut bereda di media sosial, terutama data histori browsing pelanggan IndiHome.

Di antara kebocoran data itu termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP), email, nomor ponsel, kata kunci, domain, platform, dan URL.

Menyusul adanya informasi di media sosial itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun mendalami soal dugaan tersebut.

"Kementerian Kominfo juga segera memanggil manajemen Telkom untuk mendapatkan laporan dan langkah tindak lanjut Telkom terkait dugaan insiden," ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel A Pangerapan, Senin (22/8/2022).

Menurut Semuel, Kominfo segera mengeluarkan rekomendasi teknis untuk peningkatan pelaksanaan perlindungan data pribadi Telkom. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Baca juga: Bawaslu Jawa Barat Minta Penguatan Perlindungan Data Pribadi Masyarakat Jelang Pemilu 2024

Senior Vice President Corporate Communication and Investor Relation Telkom, Ahmad Reza, menyatakan data IndiHome diduga bocor tidak valid.

"Saya pastikan data-data itu tidak betul. Lucu juga soalnya, Telkom itu tidak pernah memberikan email address untuk pelanggan Indihome. Kami saja di Telkom, alamat emailnya @telkom.co.id, tidak pernah menggunakan Telkom.net," ujar Reza saat dikonfirmasi Tribunnews, Minggu (21/8/2022).

Reza memastikan, Telkom terus melakukan pengecekan dan investigasi mengenai keabsahan informasi data-data tersebut.

"Temuan awal data itu tidak valid. Di internal Telkom sendiri, data-data pelanggan sulit diakses mengingat ada beragam protokol dan enkripsi dan firewall yang berlapis," kata Reza. 

Baca juga: Ditreskrimsus Polda Jabar Tangkap Sindikat Pencuri Data Pribadi Nasabah Koperasi, Kerugian Miliaran

Saat ini, ucapnya, jumlah pelanggan Indihome ada 8 juta, sedangkan data browsing history yang diklaim hackers tersebut 26 juta.

"Saya yakin data browsing history itu bukan berasal dari internal Telkom. Ada kemungkinan data-data history browsing di-hack karena mengakses situs-situs terlarang," kata Reza.

Reza mengimbau agar pengguna internet bijak menggunakan akses internet dan waspada terhadap situs-situs terlarang karena bisa saja mengandung malware.

"Keanehan lainnya data yang menjadi sample adalah data browsing history tahun 2018. Apakah itu valid? Kok saya meragukan sekali," tutur Reza. (Penulis: Dennis Destryawan)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kominfo Panggil Telkom Soal Dugaan Kebocoran Data 26 Juta Pelanggan Indihome

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved