Selasa, 14 April 2026

Eiger Gelar Independence Sport Climbing Competition, Tahun Ini Sertakan Kelas Spider Kids

Eiger menggelar kegiatan rutin setiap 17 Agustus yang dinamakan Eiger Independence Sport Climbing Competition (EISCC).

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Giri
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Konferensi pers Eiger Independence Sport Climbing Competition (EISCC) dalam memperingati HUT ke-77 Republik Indonesia di Eiger Store Bandung, Rabu (17/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Brand penyedia perlengkapan kegiatan luar ruang asal Indonesia, Eiger, menggelar kegiatan rutin setiap 17 Agustus yang dinamakan Eiger Independence Sport Climbing Competition (EISCC).

Hal yang sama dilaksanakan dalam memperingati HUT ke-77 Republik Indonesia.

Ketua pelaksana EISCC sekaligus anggota Eiger Adventure Service Team, Heri Jaro, mengatakan, kegiatan ini menjadi yang ke-14 kali sekaligus bentuk dukungan Eiger dalam memajukan kegiatan panjat dinding di Indonesia.

"Kegiatan ini berlangsung mulai 13 sampai 17 Agustus 2022 di Eiger Store Bandung dengan total lebih 160 peserta berbagai kota dari peserta spider kids (7-13 tahun) dan umum (di atas 14 tahun). Kategori yang dilombakan pula di antaranya kategori perorangan lead dan speed classic untuk putra-putri, serta spider kids se-Jabar dengan kategori lead dan speed classic putra-putri," katanya di lokasi, Rabu (17/8/2022).

Jaro menyebut penyelenggaraan di 2022 ini menjadi tahun pertama Eiger menyelenggarakan kejuaraan untuk kelas spider kids.

Baca juga: Survei Eiger: Pandemi Covid-19 di 2021 Melahirkan Banyak Pendaki Baru

Tujuannya adalah mengenalkan kepada bibit-bibit calon pemanjat dinding masa depan dengan pembinaan yang benar, program latihan terarah dan berkualitas, serta dukungan berbagai pihak. 

"Kami yakin mereka dapat menjadi penerus pemanjat senior dan jadi kebanggaan Indonesia," ujarnya.

Jaro juga mengatakan EISCC ini bukan saja dalam memeriagkan 17 Agustus, namun sudah menjadi kalender rutin kejuaraan tingkat umum nasional yang hasilkan berbagai atlet panjang dinding nasional dan bahkan tingkat dunia, semisal Ronald Mamarimbing, Yuyun Yuniar, Eti Hendrawati, Amri, Yusuf Zulkarnaen, Abizar, Aspar Zaelolo, dan lainnya.

Baca juga: Jembatan Terpanjang Dunia Akan Dibangun Eiger di Gunung Gede Pangrango, Kalahkan Rekor di Portugal

Pemanjat senior, Mamay S Salim, mengaku EISCC ini menjadi barometer atlet panjat dinding umum maupun nasional sekaligus menjadi ajang saling intip para pelatihnya dalam melihat perkembangan dan peningkatan kualitas atlet panjang dindingnya.

"Kami bermimpi untuk ikutserta dalam olimpiade 2024 dan 2028 untuk membawa nama Indonesia di berbagai kejuaraan panjat dinding dalam maupun luar negeri," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved