Jumat, 10 April 2026

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum Sedih Mendengar Ada Murid yang Belajar Ngampar

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum sedih mendengar masih adanya murid-murid SD di sejumlah daerah di Jabar yang terpaksa belajar di lantai.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Januar Pribadi Hamel
TRIBUNJABAR.ID/FIRMAN SURYAMAN
Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum sedih mendengar masih adanya murid-murid SD di sejumlah daerah di Jabar yang terpaksa belajar di lantai kelas yang dingin karena sekolah mereka tak mempunyai kursi dan bangku. 

TRIBUNJABAR.ID - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum sedih mendengar masih adanya murid-murid SD di sejumlah daerah di Jabar yang terpaksa belajar di lantai kelas yang dingin karena sekolah mereka tak mempunyai kursi dan bangku.

Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bukan zamannya lagi para murid belajar di sekolah dengan cara ngadepong atau duduk menungging.

Apalagi, kata Uu Ruzhanul Ulum,  jika sekolahnya ternyata juga dalam kondidi rusak bahkan nyaris ambruk seperti yang terjadi di SDN Sukagalih, Kabupaten Cianjur.

"Kami mohon kepada kepala daerah untuk lebih teliti, lebih sensitif terhadap kondisi anak-anak kita. Mereka adalah penerus bangsa. Segera berikan fasilitas terbaik untuk anak-anak kita! Jangan sampai hal seperti ini terjadi kembali," kata Uu melalui ponsel, Senin (15/8).

Baca juga: Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut di Cianjur yang Tewaskan 6 Orang, Ini Kronologi Lengkapnya

Ia mengatakan, depong school, sakola ngadepong, atau sekolah dengan belajar duduk di lantai, sudah tidak pada zamannya lagi. Terutama pada sekolah formal seperti SD. Belajar di lantai, katanya, memang sempat terjadi pada masa lalu, seperti saat Uu belajar mengaji.

"Tapi sekarang sudah bukan zamannya lagi. Anak-anak kita harus belajar di kursi dan meja. Supaya anak-anak nyaman tidak kedinginan atau pegal," katanya.

Uu mengatakan kerumitan pada lelang pengadaan perlengkapan sekolah dan ruang kelas baru jangan sampai berimbas pada masa depan anak-anak. Jangan sampai berimbas pada kepentingan masyarakat.

"Kami berharap segera dianggarkan sesegera mungkin. Mungkin bisa ditangani dulu secara daruratnya sampai penganggaran yang bisa terealisasi di awal tahun," kata Uu.

Nyaris Ambruk

Sejumlah murid sebuah sekolah dasar negeri di Kabupaten Cianjur terpaksa belajar bergiliran di tiga ruangan kelas tersisa yang masih bisa dipakai.

Tak hanya itu, murid-murid sekolah dasar negeri ini pun terpaksa tiap hari belajar di lantai.
Sebab, selain bangunannya yang sudah nyaris ambruk karena termakan usia, sekolah dasar negeri ini pun ternyata tak memiliki kursi dan meja yang bisa digunakan.

Kondisi mengenaskan ini terjadi di SD Negeri Sukagalih, Kampung Benda, Desa Mekargalih, Kecamatan Cikalongkulon. Permohonan bantuan yang berulangkali diajukan pihak sekolah tak pernah digubris oleh pemerintah.

"Dari informasi guru di sini, sudah dua kepala sekolah mengajukan bantuan perbaikan, tapi tak kunjung juga diperbaiki. Berarti sudah 10 tahun pengajuan bantuan disampaikan," ujar Kepala SDN Sukagalih, H Wiwi Ruhiana SPd, saat ditemui di SDN Sukagalih, Senin (15/8).

Wiwi mengatakan, karena ruangan yang ada tak lagi memcukupi, tak semua murid di SDN Sukagalih bisa masuk pagi.

"Belajarnya bergantian. Ada yang masuk pagi, ada yang olahraga, dan ada yang belajar di musala, diatur seperti itu setiap hari agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung," kata Wiwi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved