Senin, 27 April 2026

FGD dengan Tim KKN-Tematik Budaya, Maung Jadi Maskot Keraton Sumedang Larang

Untuk mempertegas, ditambahkan ornamen pakaian adat pengawal kerajaan Keraton Sumedang Larang.

dokumentasi Tim KKN-Tematik Budaya Telkom University
Tim KKN-Tematik Budaya Telkom University, Radya Anom R Lucky Djauhari Soemawilaga, dan para sesepuh dari Karaton Sumedang Larang 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Tim KKN-Tematik Budaya Telkom University menjalankan program lanjutan dari branding Keraton Sumedang Larang.

Program ini bertema "Strategi dan Penerapan Digital Branding Melalui Identitas Visual pada Keraton Sumedang Larang” dan lebih berfokus pada optimalisasi maskot sebagai strategi branding.

Pemilihan maskot sebagai strategi branding adalah sebagai upaya untuk membangun sebuah karakter yang mewakili Keraton Sumedang Larang dalam bentuk visualisasi untuk memudahkan dikenali dan diingat masyarakat.

Baca juga: KKN-MBKM 2022, Unfari Laksanakan MoU dan MoA Bersama 34 Desa di Jawa Barat

Pembentukan karakter maskot diperoleh dari hasil forum group discussion (FGD) yang dihadiri tim KKN-Tematik Budaya Telkom University, Ketua Tim Keraton Sumedang Larang Radya Anom R Lucky Djauhari Soemawilag.

Selain itu, juga para sesepuh dari Keraton Sumedang Larang.

Tim KKN Tematik Budaya Telkom University diketuai Syarip Hidayat, SSn, MSn dan Ayub Ilfandy Imran, PhD beranggotakan mahasiswa serta dosen pembimbing.

foto tim kkn telkom university keraton sumedang larang
Tim KKN-Tematik Budaya Telkom University, Radya Anom R Lucky Djauhari Soemawilaga, dan para sesepuh dari Karaton Sumedang Larang

FGD yang dilakukan di Keraton Sumedang Larang menghasilkan kesepatan untuk mengangkat hewan harimau atau maung dalam bahasa Sunda sebagai figur.

Maung diangkat karena memiliki nilai filosofis yang tinggi pada adat budaya Sunda.

Untuk mempertegas, ditambahkan ornamen pakaian adat pengawal kerajaan Keraton Sumedang Larang.

Selain maskot, terdapat luaran lain dari kegiatan KKN-Tematik Budaya berupa pola konten dalam pengelolaan media sosial melalui design twibbon.

Hal ini nantinya dapat digunakan untuk menunjang penyebaran informasi melalui media sosial dengan lebih optimal.

Sehingga terdapat kesesuaian antara maskot, konten dan pola komunikasi pada media sosial.

Baca juga: KKN di Desa Penari Menuju Status Film Terlaris di Indonesia, Siap Salip Warkop DKI dan Dilan 1990

Pemilihan warna yang lebih dinamis memberikan warna baru dengan kesan modern.

Strategi ini menjadi upaya dalam menarik minat generasi muda melalui media sosial terhadap informasi budaya.

Radya Anom sangat mengapresiasi hasil program ini karena sesuai dengan visi misi yang telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved