Mengaku Operator Bank, Tiga Orang Kuras Rekening Nasabah Hingga Ratusan Juta, Kini Diringkus Polisi

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo, mengatakan ketiga pelaku penipuan yang telah diringkus polisi itu berinisial DM, DI dan AL. 

Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman
Diduga menipu dengan mengaku operator Bank BRI, tiga orang diringkus polisi dan dipamerkan di Mapolda Jabar pada Senin (15/8/2022). Enam nasabah merugi hingga total Rp 807.300.000. Ketiga pelaku berinisial DM, DI dan AL.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Diduga menipu dengan mengaku operator Bank BRI, tiga orang diringkus polisi.

Akibat penipuan ketiga pelaku itu, enam nasabah Bank BRI mengalami kerugian total Rp 807.300.000. 

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo, mengatakan ketiga pelaku penipuan yang telah diringkus polisi itu berinisial DM, DI dan AL. 

Modus para pelaku, ucapnya, adalah membuat dokumen elektronik berupa brosur pengumuman dari Bank BRI tentang perubahan tarif biaya transaksi dalam layanan BRI mobile atau internet banking dari Rp 6.500 menjadi Rp 150 ribu. 

Para pelaku itu, kata Ibrahim Tompo, mengirimkan link ke Whatsapp nasabah dan mengarahkan agar nasabah tersebut segera melakukan konfirmasi dengan membuka dan mengisi form dari link tersebut.

Dalam form link tersebut, nasabah diarahkan untuk mengisi username dan password mobile banking serta kode OTP yang masuk melalui pesan singkat. 

Baca juga: Tindak Penipuan Kembali Marak, BPJS Ketenagakerjaan Imbau Masyarakat Tetap Waspada

"Setelah mendapatkan data dari form link tersebut, pelaku dapat menguasai akun mobile banking korban lalu melakukan transaksi untuk mengambil uang dalam rekening korban," ujar Ibrahim Tompo ketika jumpa pers di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (15/8/2022). 

Menurutnya, satu nasabah BRI yang menjadi korban bernama Darmawan asal Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sempat curiga saat menerima pesan tersebut. 

"Setelah mengisi link tersebut, dia (korban) baru sadar itu penipuan, kemudian menghubungi Bank BRI dan menanyakan biaya transaksi yang baru tersebut dan dijelaskan oleh Bank BRI bahwa tidak ada layanan itu atau penipuan," katanya. 

Korban lalu mengecek saldo rekening miliknya dan ternyata sudah tidak ada. Ia mengalami kerugian Rp 250 juta dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian Polres Cimahi.

Dari laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan serta menganalisis peristiwa tersebut sehingga diperoleh data diduga sebagai pelaku berada daerah Sumatera Selatan.

Baca juga: Bayar Hutang Ratusan Juta Rupiah dengan Selembat Cek Kosong, Pria Ini Akui Lakukan Penipuan

"Setelah mendapat kabar dari kepolisian daerah Sumatera selatan bahwa terduga pelaku telah berhasil diamankan, selanjutnya penyidik Polres Cimahi mendatangi kepolisian daerah Sumatera selatan, untuk melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku yang diamankan," katanya. 

Dari hasil pemeriksaan, penyidik Polres Cimahi membawa tersangka ke Polres Cimahi untuk dilakukan proses lebih lanjut.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka telah menjalankan aksinya beberapa kali dengan jumlah korban enam orang dan total uang hasil kejahatan sejumlah Rp 807.300.000,-,” ucapnya. 

Ketiga pelaku memiliki peran berbeda. DM bertugas sebagai operator yang menelpon korban, RI sebagai operator dan pemilik rekening penampung, dan AL sebagai pengirim dokumen elektronik brosur pengumuman perubahan tarif.

Saat ini, polisi masih memburu lima pelaku lain yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Para pelaku dijerat pasal 45a ayat 1 UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan atau Pasal 378 kuhpidana dan atau 372 kuhpidana.

“Ancaman hukumannya, pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliyar,” kata Ibrahim Tompo.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved