DPD PDIP Jabar Lepas Tim Ekpedisi Trisakti, Jelajahi 5 Gunung di Jabar

Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono melepas tim ekspedisi Trisakti yang akan eksplorasi lima gunung di Jabar, peringati HUT ke-77 RI.

Istimewa
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono melepas tim ekspedisi Trisakti yang bakal mengeksplorasi lima gunung di Jabar dalam rangka memperinhati HUT ke 77 RI. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono melepas tim ekspedisi Trisakti yang akan eksplorasi lima gunung di Jabar, peringati HUT ke-77 RI.

Ekspedisi Trisakti ini menggandeng peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk identifikasi dan menginventarisasi kekayaan alam di lima gunung tersebut.

Seperti pohon endemik atau langka, sumber pangan alternatif dan melakukan penangkaran pohon endemik Jabar sekaligus mengidentifikasi lahan kritis di wilayah Daerah Aliran Sungai Jabar.

"Ekspedisi Trisakti gagasan ibu Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang melihat bila Indonesia punya SDA melimpah tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal, utamanya di kehidupan sehari-hari apalagi adanya ancaman krisis global terkait pangan dan energi," ujar Ono Surono, Senin (15/8/2022).

Tak hanya itu, Ono menyebut ekspedisi Trisakti selaras dengan ajaran Bung Karno tentang sesanti Trisakti. Yakni, berdaulat di bidang politik, berdikari di ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Baca juga: Jelang HUT RI ke-77, PDIP Jabar Gelar Ekpedisi Trisakti dengan Mendaki 5 Gunung di Jabar

Dengan teridentifikasi dan terinventarisasi pohom endemik di Jabar, Ono Surono berharap ada potensi sumber pangan di wilayah DAS, meliputi gunung, hutan, laut, dan pantai sekaligus dengan rencana pelestariannya.

"Kami yakin bisa temukan sumber pangan alternatif yang memenuhi kandungan gizi yang baik, murah, mudah didapat, dan bisa ditanam dengan manfaatkan pekarangan rumah, serta memetakan lahan kritis dan potensi dalam rehabilitasi DAS," ujarnya.

Ono Surono juga berharap bisa membangun kerjasama dengan semua pihak yang erat kaitannya dalam wujudkan hutan lestari, pengelolaan DAS yang berikan manfaat ekonomi, ekologis, dan ekosistem baik berbentuk sumber pangan untuk rakyat maupun aspek lain.

Ekspedisi Trisakti dilaksanakan selama tiga hari mulai 15 Agustus sampai 17 Agustus 2022. Lokasinya, antara lain DAS Ciliwung-Cisadane (Gunung Gede Pangrango) yang meliputi Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bogor, dan Kota Depok.

Lalu, DAS Citarum (Gunung Wayang) meliputi Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Bandung Barat, Subang, Purwakarta, Karawang, Kabupaten dan Kota Bekasi.

Serta, lokasi DAS Cimanuk (Gunung Papandayan) meliputi Kabupaten Garut, Sumedang, Majalengka, Indramayu, dan DAS Citanduy (Gunung Galunggung) meliputi Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

"Kami juga eksplorasi DAS Cisanggarung (Gunung Ciremai) meliputi Kuningan dan Kabupate juga Kota Cirebon. Untuk di Ciremai, kami ada dua tim yang melintasi dua jalur berbeda, yaitu Palutungan dan Saderehe," katanya.

Jalur pendakian Ciremai via Saderehe di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Majalengka bukanlah jalur resmi menuju puncak Ciremai.

"Jadi kami akan buka kembali pendakian Gunung Ciremai lewat Saderehe yang dideklarasikan menjadi jalur Trisakti hingga bakal dibuka untuk umum," katanya.

Tim yang bakal terlibat dalam pelaksanaan ekspedisi Trisakti berjumlah 77 orang, terdiri dari gabungan tiga pilar partai, kader, komunitas pencinta alam, pramuka, karang taruna, kelompok tani hutan, pegiat lingkungan, pegiat kuliner, PKK/posyandu, unsur akademisi, dan profesional.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved