Baku Tembak di Rumah Jenderal

Sore Ini Bharada E Rencananya Diperiksa Komnas HAM di Mako Brimob Tempat Irjen Ferdy Sambo Ditahan

Irjen Dedi Prasetyo mengatakan kalau rencananya Bharada E akan dilakukan pemeriksaan di Mako Brimob sekitar pukul 15.00 WIB.

Editor: Ravianto
Rizki Sandi Saputra/Tribunnews
Aide de camp (ADC) atau ajudan Irjen pol Ferdy Sambo yang diduga terlibat baku tembak yakni Bharada E (kemeja hitam), tiba di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2022). Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM rencananya akan meminta keterangan Bhayangkara Dua Richard Eliezer atau Bharada E, Jumat (12/8/2022) sore ini. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM rencananya akan meminta keterangan Bhayangkara Dua Richard Eliezer atau Bharada E, Jumat (12/8/2022) sore ini.

Komnas HAM akan meminta keterangan terkait kasus dugaan pembunuhan berencana pada Brigadir J atau Brigadir Yosua Hutabarat.

Hal ini disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

Irjen Dedi Prasetyo mengatakan kalau rencananya Bharada E akan dilakukan pemeriksaan di Mako Brimob sekitar pukul 15.00 WIB.

"Agenda Hari ini Komnas HAM rencana akan periksa Bharada E di Mako Brimob pukul 15.00 WIB," kata Dedi saat dikonfirmasi, Jumat (12/8/2022).

Namun, dia tidak menjelaskan alasan Bharada E tidak diperiksa di Rutan Bareskrim Polri.

Dia juga tidak menjelaskan alasan pemeriksaan berlangsung di Mako Brimob Polri.

Mako Brimob sendiri merupakan tempat Irjen Ferdy Sambo ditahan.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Jayadi mengungkap alasan atau motif pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo sebagai dalang dari kematian Brigadir J.

Dalam keterangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), kata Andi, Sambo marah lantaran mendapat laporan dari sang istri, Putri Chandrawathi (PC).

Baca juga: Bharada E Cabut Surat Kuasa untuk Deolipa dan M Burhanuddin, IPW Yakin Bukan Eliezer yang Bikin

Baca juga: Satu Lagi Polisi Berpangkat AKBP Ditahan Terkait Kasus Brigadir J, Dia Penyidik Polda Metro Jaya

"Tersangka FS mengatakan bahwa dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya PC," kata Brigjen Andi Rian Jayadi dalam konferensi pers di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (11/8/2022).

"Yang mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga yang terjadi di Magelang yang dilakukan almarhum Yoshua," ujarnya menambahkan.

Adapun atas emosi Sambo itu, lanjut dia, Sambo lantas memanggil tersangka RR dan RE untuk melakukan rencana pembunuhan tersebut.

"FS memanggil tersangka RR dan tersangka RE untuk melakukan rencana pembunuhan terhadap almarhum Yoshua," ucap Andi.

Kendati demikian, tindakan melukai harkat dan martabat yang diduga dilakukan oleh Brigadir J tersebut tidak dirinci.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan penjelasan secara rinci akan diungkap dalam persidangan nantinya.

"Secara spesifik ini hasil pemeriksaan dari tersangka FS. Untuk nanti menjadi jelas tentunya nanti dalam persidangan akan dibuka semuanya," ujarnya.(Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved