Baku Tembak di Rumah Jenderal

Satu Lagi Polisi Berpangkat AKBP Ditahan Terkait Kasus Brigadir J, Dia Penyidik Polda Metro Jaya

Satu lagi polisi ditahan Inspektorat Khusus yang sedang menangani kasus pembunuhan berencana pada Brigadir J.

Editor: Ravianto
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo memberikan keterangan pers soal prarekonstruksi tewasnya Brigadir J di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo, Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan (Jaksel), Sabtu (23/7/2022). Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan Irsus Polri menahan penyidik Polda Metro Jaya berpangkat AKBP. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Satu lagi polisi ditahan Inspektorat Khusus yang sedang menangani kasus pembunuhan berencana pada Brigadir J.

Polisi yang ditahan Irsus Polri itu adalah penyidik Polda Metro Jaya berpangkat AKBP yang menyidik kasus meninggalnya Brigadir J.

Polisi berpangkat AKBP ini ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok sejak Kamis (11/8/2022).

Anggota Polda Metro Jaya ini ditahan lantaran diduga menghalangi proses penyidikan kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Nopryansah Yosua Hutabarat di rumah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, penyidik Polda Metro Jaya tersebut ditahan usai diperiksa tim Irsus.

"Dari hasil pemeriksaan langsung ditempatkan di tempat khusus Mako Brimob. Sore ini, anggota Polda Metro berpangkat AKBP ditaruh di patsus (tempat khusus)," kata Dedi di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (11/8/2022).

Sebelumnya, ada 7 anggota Polda Metro Jaya yang diduga melakukan pelanggaran kode etik karena menghalangi proses penyidikan kasus pembunuhan berencana pada Brigadir J.

Polda Metro Jaya sendiri sudah merespons terkait anggotanya yang diduga melanggar kode etik dalam kasus ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, pemeriksaan terhadap satu anggota berpangkat AKBP merupakan upaya penyidikan agar kasus terbunuhnya Brigadir J semakin terang benderang.

"Terkait kasus yang terjadi di kompleks duren tiga, kasus ini sudah ditangani Bareskrim Polri. Seandainya anggota Polda Metro Jaya dipanggil dan diperiksa dalam rangka membuat terang persoalan ini tentunya Polda metro jaya mengikuti petunjuk dari Kapolda dan mematuhi apa yang menjadi petunjuk Kapolri," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Kamis (11/8/2022).

Zulpan menambahkan, pada prinsipnya Polda Metro Jaya menghormati proses penyelidikan tersebut.

Ia menghormati proses tersebut sehingga apabila ada anggota Polda Metro yang dibutuhkan keterangannya, pihaknya menghargai proses itu berjalan.

"Jadi kami tidak menghalangi bahkan mempersilakan siapapun yang dibutuhkan keterangannya oleh tim yang menangani di Bareskrim. Jadi terkait kasus ini kita memberikan ruang waktu dan kesempatan seluas-luasnya," imbuhnya.(*)

Sumber: Tribunnews

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved