Pengemis di Indramayu Gedor-gedor Kaca Mobil saat Meminta-minta, Malah Nantang: Suruh Bupati ke Sini
Kakek pengemis di Kabupaten Indramayu membuat resah pengguna jalan karena meminta dengan cara menggedor kaca mobil
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Seorang kakek pengemis di Kabupaten Indramayu membuat resah pengguna jalan.
Bukan tanpa alasan, aksi kakek pengemis di Indramayu yang meminta-minta dengan memaksa membuat pengguna jalan terganggu, terutama pengendara mobil. Aksinya pun viral di media sosial.
Salah satunya yang diunggah akun instagram @indramayuterkini.
Dalam rekaman video yang beredar, kakek pengemis itu menghampiri kendaraan mobil merah yang sedang berhenti di lampu merah Waiki Indramayu.
Saat itu, kakek pengemis tersebut berjoget-joget sembari menyetel lagu dari speaker yang ia bawa demi mendapat uang.
Namun, pengendara mobil itu tidak menggubris aksi si kakek.

Sesaat kemudian, kakek itu justru memaksa agar ia diberi uang hingga memukul-mukul kaca mobil.
"Pengguna jalan dibuat resah, karena dipaksa dimintai uang ketika di lampu merah Waiki Indramayu. Kaca mobil pengendara kerap dipukul agar diberi uang," tulis akun @indramayuterkini dikutip Tribuncirebon.com, Selasa (9/8/2022).
Ketika hendak melaju pergi karena lampu merah sudah berganti warna hijau dan pengendara itu tidak memberinya uang, kakek pengemis itu justru mengamuk hingga memukul kaca mobil dengan cukup keras.
Baca juga: Minta dengan Memaksa, Pengemis di Indramayu yang Viral Ini Ditangkap, Penghasilannya 9 Juta/Bulan
Aksi tersebut membuat geram masyarakat, bahkan saat ditegur. Kakek pengemis itu justru tidak terima.
Di video yang beredar lainnya, kakek pengemis tersebut mengaku selalu memukul kaca mobil karena pengendara tidak memberikan uang kepadanya.
Padahal, kata dia nominal berapa pun akan diterima dan tidak akan dipermasalahkan.
"Nggak ngasih! Kalau ngasih mah Rp 500 perak, Rp 200 perak nggak apa-apa," ujar si kakek.
Pada kesempatan itu, ia mengaku malu jika setelah meminta-minta tapi tidak dikasih uang.
Di sisi lain, kakek pengemis itu juga tidak terima diberi nasihat bahwa orang-orang yang memberi harusnya secara sukarela dan tidak boleh dipaksa.