Kisah Perjalanan Heera SKV Bangun Bisnis Bursa Sajadah

Kisah perjalanan Heera SKV yang membangun bisnis Bursa Sajadah yang menjadi salah satu toko pilihan jamaah haji dan umrah

istimewa
Heera Syahir Karim Vasandani, CEO SKV Group. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bagi warga Bandung, nama Bursa Sajadah tentu tidak asing lagi karena menjadi salah satu toko yang menjadi pilihan setelah pulang dari haji dan umrah.

Dibalik kesuksesan Bursa Sajadah, ternyata ada sosok perempuan luar biasa yang membuat SKV Group ini tetap eksis dan bertahan selama 22 tahun ini.

Ia adalah Heera Syahir Karim Vasandani yang saat ini jadi CEO SKV Group.

Heera mengatakan Bursa Sajadah ini ada di Bandung sejak tahun 2000 dan saat ini memiliki 12 cabang di beberapa kota berbeda.

Baca juga: Bursa Sajadah Siap Menyambut Tahun Haji 2022

"Di Bandung ada 4 toko yaitu di Jalan Inhoftank, Jalan Citarum, MTC, dan Ujung Berung. Sisanya ada di Tebet, Depok, BSD, Bekasi, Bogor, Surabaya, Malang, dan Cirebon," ujar Heera di program Coffee Morning Tribun Jabar, beberapa waktu lalu.

Bisnis Bursa Sajadah ini dikatakan Heera mulanya memang hanya fokus berjualan sajadah saja dan menjadi pelopor.

Pada saat itu, jamaaah umrah dan haji setelah pulang cukup banyak yang mencari sajadah untuk dijadikan oleh-oleh.

Namun permintaan pun semakin berkembang, Heera mengatakan konsumen pun banyak yang meminta kebutuhan lain seperti kurma dan parfum arab.

Dalam perjalanan membangun SKV Group, siapa sangka ternyata Heera mengaku sempat stress harus terjun di dunia bisnis.

"Sebelumnya saya kerja sebagai akuntan pajak selama 12 tahun di Australia. Lalu diminta papah untuk pulang setelah selesai kuliah, padahal disana sudah merasa enak dan tenang," ujarnya.

Pada 2008 akhir, Heera pun memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan melepaskan karirnya di luar negeri.

Ia pun mulai bergabung dengan Bursa Sajadah pada 2010 dan menemukan banyak tantangan baru dalam pekerjaannya.

"Saya stress karena banyak banget perbedaannya. Misalnya kalau disana supermarket aja jam 5 sore udah pada tutup, kalau disini kayaknya sampai jam 2 pagi kerjaan nggak beres-beres," ujarnya sambil tertawa.

Selain itu juga perbedaan akan sebelumnya menjadi pegawai perusahaan dan terjun memegang usaha pun menjadi hal yang baru bagi dirinya.

Baca juga: Baznas Kabupaten Sumedang Bagikan 5 Ribu Sajadah Gratis Sebelum Salat Jumat, Cegah Penyebaran Corona

"Kalau dulu pas masih kerja setiap akhir bulan saya senang karena gajian, pas di Bursa Sajadah saya yang mikir aduh gimana ini uangnya harus dikumpul untuk gaji karyawan," ujar Lulusan Curtin University of Technology Australia

Ketika terjun di Bursa Sajadah, Heera pun tentunya tidak langsung menjabat sebagai CEO.

Ia pun memulai dari nol, mulai dari mengurus supplier dan belajar untuk membangun bisnis.

Hingga saat ini Bursa Sajadah menjadi one stop shopping tempat belanja keperluan haji dan umrah yang memudahkan konsumen untuk mendapatkan kebutuhannya dalam satu lokasi.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved