Kata Kepala Desa di Cianjur Soal Warganya yang Ditandu Menapaki 2 KM Jalan Rusak Menuju Ambulans

Warga berinisiatif menandu warga yang jadi korban kecelakaan dan ambulans pun menuju Desa Mekarjaya.

Istimewa/ tangkapan layar video amatir
Warga ditandu melewati jalan rusak menuju ambulans yang menunggu di jalan aspal di Kabupaten Cianjur. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Kepala Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Ayub Jumiati, angkat bicara soal viralnya warga ditandu terlebih dahulu karena ambulans desa menunggu di jalan aspal.

Ia menjelaskan kronologis dari awal sampai video tersebut menjadi viral di mana-mana.

"Ditandunya itu benar. Narasi video yang menyebut ambulans takut rusak jika menjemput korban, sebenarnya, tak seperti itu kejadiannya," ujar Ayub Jumiati melalui sambungan telepon, Jumat (5/8/2022).

Ayub mengatakan sejak awal anak korban sudah menghubunginya. Ia meminta ayahnya untuk dijemput karena mengalami kecelakaan.

"Hari Minggu sekitar pukul 14.00 WIB, korban terjatuh dan mengalami pendarahan dari mulut dan hidung. Saya meminta sopir ambulans menjemput, namun memang posisinya agak jauh di daerah Cijagang," kata Ayub Jumiati.

Baca juga: Viral Warga Cianjur Luka Parah Ditandu 2 Km untuk Pengobatan, Rudi Ikhlas Ayahnya Meninggal

Warga berinisiatif menandu warga yang jadi korban kecelakaan dan ambulans pun menuju Desa Mekarjaya.

"Hingga bertemulah antara yang menandu dan ambulans tersebut di jalan yang sudah beraspal," katanya.

Bahkan, kepala desa itu mengaku ikut mengurus korban masuk rumah sakit sampai mengurus administrasi BPJS Anan (64).

"Ada yang harus diurus BPJS-nya, kami mengurus. Dua hari kemudian anak korban mengabarkan bahwa ayahnya tersebut meninggal," kata Ayub.

Ayub mengatakan, kendala yang dihadapi untuk membangun jalan sepanjang 3,5 kilometer dari Kampung Halimun adalah anggaran.

Ia mengatakan anggaran dana desa tak akan cukup untuk memperbaiki jalan desa tersebut.

"Kalau soal jalan rusaknya memang saya setuju dan selama ini saya sudah berupaya mengajukan bantuan hingga ke kementerian namun belum membuahkan hasil," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved