Lalui Jalur Pasar Palabuhanratu, Sopir Angkot Keluhkan Penumpang Minim, Ini Penyebabnya

Sopir angkot mengaku, penumpang minim ketika harus bergantian masuk melalui jalur blok N pasar, dibandingkan ngetem di depan pasar.

Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
Angkutan kota (angkot) kembali dapat melintas di jalur blok N Pasar Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupateb Sukabumi, Jawa Barat pasca penertiban lapak yang menghalangi jalur angkot. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Angkutan kota (angkot) kembali dapat melintas di jalur blok N Pasar Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupateb Sukabumi, Jawa Barat, pasca penertiban lapak yang menghalangi jalur angkot.

Pantauan di lapangan, terlihat angkot jurusan Palabuhanratu-Citarik dan Palabuhanratu - Kiara Dua lalu lalang, bergantian masuk melalui jalur blok N pasar.

Mereka bergantian mengambil sewa atau mengangkut penumpang secara langsung yang keluar dari dalam pasar.

Baca juga: Angkot Lalui Jalur Pasar Palabuhanratu Usai Penertiban Lapak, Ketua Perwapas Ngaku Sempat Dibully

Namun, hal itu ternyata masih belum efektif. Salah seorang sopir angkot jurusan Palabuhanratu-Citarik, Ajudin (42) mengaku, penumpang minim ketika harus bergantian masuk melalui jalur blok N pasar, dibandingkan ngetem di depan pasar.

Tapi, ia juga mengaku lebih nyaman ketika angkot langsung masuk ke pasar, karena tidak menyebabkan macet.

"Alhamdulillah, tapi ada perbandingan, kalau enakan enak lewat sini (jalur blok N pasar) cuman kalau di depan pertama suka macet terus, memang kalau di sini nyodok-nyodok gitu, aman lah, cuman sewa (penumpang, red) mah di jalan lebih banyak saat ngetem," ujarnya di blok N pasar, Kamis (4/8/2022).

Menurutnya, minimnya penumpang saat angkot langsung masuk ke jalur pasar, karena pengunjung pasar masih banyak yang belum tahu, serta masih adanya angkot yang ngetem di depan pasar.

"Supaya posisinya (penumpang) di dalam pasar, cuman ini gak bakalan pada tahu, lama-lama mah mungkin tahu, (penumpang) nunggu di dalam, soalnya kan angkotnya belum kompak, ada yang separo di depan, ada yang separo di dalam. Paling 5 persen (penurunan penumpang, red)," ucapnya.*

Baca juga: Gara-gara Halangi Jalur Angkot di Pasar Palabuhanratu Sukabumi, Lapak Pedagang Ditertibkan Petugas

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved