Kasus Jembatan Rusak yang Bikin Murid Jalan Seberangi Sungai di Cianjur, Ini Jawaban Kepala Dinas

Dinas Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Cianjur mengajukan bantuan kepada Kementerian PUPR terkait jembatan gantung yang rusak.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Giri
ISTIMEWA/BANG JAY
Sekitar 100 murid sekolah dasar negeri Padawaras, Desa Sukaluyu, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, selalu datang dengan seragam yang basah saat tiba di sekolah karena harus menyeberangi Sungai Ciujung. Dinas Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Cianjur sudah ajukan untuk dibangun jembatan gantung ke Kementerian PUPR. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kepala Dinas Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Cianjur, Cepi Rahmat, mengatakan, pihaknya sudah mengajukan bantuan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait jembatan gantung yang rusak di wilayah selatan Cianjur.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah jembatan gantung yang rusak tersapu bencana di Desa Sukaluyu, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, masuk ke dalam pengajuan bantuan ke pusat.

"Iya saya sudah mendengar kabar tersebut. Namun belum tahu apakah jembatan yang rusak tersebut sudah masuk ke dalam ajuan ke pusat atau belum," ujar Cepi Rahmat melalui sambungan telepon, Senin (1/8/2022).

Cepi mengatakan, pihaknya akan melakukan cek kepada bidang yang menangani jembatan gantung tersebut.

Baca juga: Murid SD di Cianjur Seberangi Sungai untuk Sekolah, Bupati Ngaku Kaget, Perintahkan Cek Langsung

Pihaknya mengaku sedang berada di selatan Cianjur untuk mendata perihal infrastruktur permukiman dan lingkungan.

Sebelumnya, Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, di lokasi pelajar yang menyeberangi sungai saat hendak sekolah akan dibangun jembatan gantung.

"Iya, akan dibangun jembatan gantung di sana," katanya.

Baca juga: Pemerhati Sosial Sentil Pemkab Cianjur Soal Murid Nyebur Sungai untuk Sekolah, Jangan Tunggu Korban!

Pihaknya mengaku secara detail teknis tak mengetahui jumlah jembatan gantung yang rusak di wilayah selatan Cianjur.

"Itu teknis, silakan tanyakan kepada dinas yang membidanginya," katanya. (fam)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved