Kawasan Pusat Kota Tasikmalaya Ditata Jadi Kawasan Pedestrian, Para Pemilik Toko Pun Protes

Pemilik toko di Jalan Cihideung memprotes penataan kawasan tersebut menjadi kawasan pedestrian.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Jalan Cihideung, Kota Tasikmalaya, pun mulai ditata jadi kawasan pedestrian. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Protes terhadap penataan kawasan pusat perbelanjaan Jalan KHZ Mustofa (Hazet) serta Jalan Cihideung mirip Malioboro terus bermunculan.

Kali ini datang dari para pemilik toko di sepanjang kedua jalan pusat kota tersebut.

Saat ditemui, Rabu (20/7/2022), mereka mengaku keheranan kawasan perdagangan dengan beragam komoditas itu dijadikan jalur pedestrian yang lebih condong ke atraksi wisata.

"Di sini kan komoditasnya banyak yang tak berkaitan dengan wisata. Kok, dijadikan kawasan pedestrian?" kata Andi (55), pemilik toko di Jalan Cihideung, mewakili teman-temannya.

Jalan Cihideung yang rencananya ditutup total dijadikan kawasan pedestrian, akan mematikan usaha serta kegiatan sosial.

"Bagaimana kami melakukan bongkar muat barang, dan bagaimana jika ada sakit dan meninggal. Lebih ekstrem lagi bagaimana jika ada kebakaran," ujar Andi.

Ferey (55), pemilik toko lainnya, mengatakan, sebaiknya Pemkot Tasikmalaya mengkaji ulang penataan Jalan Cihideung yang jadi kawasan pedestrian secara penuh.

"Menurut kami keberadaan jalan harus tetap ada, sebagai akses keluar masuk kegiatan ekonomi dan sosial kami. Terlebih toko dan rumah kami tak memiliki jalan lain," ujar Ferey.

Ferey pun menegaskan, warga pemilik toko di Jalan Cihideung tak menolak penataan.

Namun jangan sampai mematikan kegiatan ekonomi dan sosial warga sekitar.

Baca juga: Pemkot Tasik Ingin Tata Hazet Agar Seperti Malioboro, Pedagang Kaget Tiba-tiba Ada Alat Berat

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved