Curi Motor untuk Modal Nikah, Kisah Cinta Pria di KBB Berakhir di Balik Jeruji Besi, Gagal Nikah

Pelaku mendekam di sel tahanan Mapolres Cimahi setelah diringkus polisi dan akhirnya dia harus menerima kenyataan gagal meminang kekasihnya

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Burhanudin berakhir di balik jeruji besi karena dia kedapatan pencuri sepeda motor untuk biaya menikah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Berbagai cara dilakukan Burhanudin untuk menikahi pujaan hatinya, tetapi niat baiknya itu harus berakhir di balik jeruji besi karena dia kedapatan pencuri sepeda motor untuk biaya menikah.

Kini dia sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Cimahi setelah diringkus polisi dan akhirnya dia harus menerima kenyataan gagal meminang kekasihnya karena terancam 7 tahun penjara.

Burhanudin mengatakan, dirinya sudah melancarkan aksi pencurian sepeda motor tersebut di berbagai wilayah, seperti Karawang, Padalarang, Cimahi, Kota Bandung dan Cianjur.

Baca juga: Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Sudah Buat Laporan atas Dugaan Pembunuhan Berencana dan Pencurian

"Uang itu (hasil pencurian motor), saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk modal nikah," ujarnya di Mapolres Cimahi, Rabu (20/7/2022).

Untuk satu motor, hasil curian di berbagai wilayah itu dia jual dengan harga Rp 2 juta 2,5 juta kepada penadah di daerah Kabupaten Cianjur.

"Saya sudah lakukan pencurian sejak empat bulan yang lalu, berawal dari ajakan teman," kata Burhanudin.

Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan mengatakan, selama bulan Juni 2022, pihaknya sudah mengamankan sembilan orang pencuri spesialis sepeda motor, termasuk tersangka atas nama Burhanudin.

Sembilan tersangka tersebut, di antaranya Fadli (F), Dani (D), Wawan (W), Iman (I), Arya (A), Trendi (T), Ikin (I), Ajat (A) dan Burhanudin (B), sedangkan satu pelaku atas nama Ajat masih dilakukan pengejaran.

"Dari para tersangka ini ada 50 TKP yang berhasil kita deteksi, antara lain Kota Bandung 14 TKP, Kota Cimahi 19 TKP, dan Kabupaten Cianjur sebanyak 10 TKP," kata Imron.

Kendati demikian, kata Imron, dari 50 TKP tersebut tidak semuanya dilakukan oleh para pelaku pada bulan Juni, namun ada juga yang dilakukan pada Mei, Maret dan beberapa bulan kebelakang.

Baca juga: Lindungi Fosil Kura-kura Berusia 1,2 Juta Tahun di Sumedang dari Pencurian, Aparat Turun Tangan

Sementara modus yang dilakukan para pelaku ini, yakni dengan membuat kunci palsu kendaraan korban dan mengambil kunci asli kendaraan korban dari dalam tas milik korban.

"Kemudian menggunakan kunci palsu atau astag, serta membongkar kunci rumah korban. Artinya, patut diduga tindakan pencurian yang dilakukan sudah menjadi mata pencaharian para pelaku," ujarnya.

Atas tindakan yang dilakukan, para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Sementara untuk penadah/ penerima barang disangkakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved