Baku Tembak di Rumah Jenderal

UPDATE Kasus Polisi Tembak Polisi, Penjelasan Ahli Forensik Mengenai Jumlah Luka dan Jari Brigadir J

Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dilaporkan tewas dalam insiden polisi tembak polisi di rumah jenderal

Editor: Ravianto
ist/tribunnews
Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J. Brigadir J meninggal ditembak di rumah Irjen Ferdy Sambo. Dokter Forensik RSUD Moewardi dan RS UNS Surakarta, Novianto Adi Nugroho turut menanggapi terkait kematian Brigadir J. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang dilaporkan tewas dalam insiden polisi tembak polisi di rumah jenderal atau di rumah Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dikabarkan juga putus jarinya.

Seperti diketahui, Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ditembak mati oleh Bharada E di kediaman Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022).

Kematian Brigadir J sampai saat ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan.

Misalnya terkait jarinya yang putus dan jumlah 7 luka di tubuhnya, sementara dijelaskan Polri, Bharada E "hanya" melepaskan 5 tembakan.

Penjelasan ahli forensik

Dokter Forensik RSUD Moewardi dan RS UNS Surakarta, Novianto Adi Nugroho turut menanggapi terkait dua hal di atas.

Pertama, ia menanggapi soal kondisi jari putus pada jasad Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Menurut dr Novianto, dengan kekuatan senjata api, proyektil peluru bisa menembus kulit dan otot manusia.

Bahkan proyektil peluru juga bisa menyebabkan patah tulang, terutama tulang dengan struktur pipih atau kecil seperti jari, atau bisa juga pada tulang rusuk manusia.

Baca juga: Ayah Brigadir J: Kalau Tak Dipanggil Mana Mungkin Masuk, tapi Ya Terserah, Itu Kronologi Katanya

Baca juga: Benarkah Jari Brigadir J Putus saat Penembakan di Rumah Irjen Ferdy Sambo? Ini Penjelasan Kompolnas

Sehingga ada kemungkinan bahwa putusnya jari Brigadir J memang disebabkan oleh proyektil peluru yang mengenai jarinya.

"Bisa terjadi (jari putus karena proyektil peluru). Dengan kekuatan senjata api, proyektil peluru selain dapat menembus kulit dan otot juga bisa menembus tulang atau menyebabkan patah tulang."

"Terutama untuk struktur tulang yang pipih atau kecil seperti jari atau mungkin bisa pada tulang rusuk," kata dr Novianto kepada Tribunnews.com, Kamis (14/7/2022).

Sebelumnya Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, menjelaskan penyebab jari Brigadir J putus.

Budhi menyampaikan, luka sayatan pada tubuh Brigadir J dan jari yang putus disebabkan oleh tembakan yang mengenai Brigadir J.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved