Murid SD di Buahdua Sumedang yang Dirudapksa Kakek Bejat Segera Dapat Pendampingan P2TP2A

Wakil Ketua P2TP2A Kabupaten Sumedang, Retno Ernawati, mengaku baru mengetahui kasus kekerasan seksual terhadap S dari pemberitaan media.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Wakil Ketua P2TP2A Kabupaten Sumedang, Retno Ernawati, saat diwawancarai TribunJabar.id, di ruang kerjanya, Jumat (8/7/2022). P2TP2A Kabupaten Sumedang bakal segera memberikan pendampingan psikologis terhadap remaja berinisial S (12) yang menjadi korban rudapaksa seorang kakek bejat. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A ) Kabupaten Sumedang bakal segera memberikan pendampingan psikologis terhadap remaja berinisial S (12) yang menjadi korban rudapaksa seorang kakek berinisial YY (57).

Wakil Ketua P2TP2A Kabupaten Sumedang, Retno Ernawati, mengaku baru mengetahui kasus kekerasan seksual terhadap S dari pemberitaan media.

"Kami mendapatkan informasi kasus ini setelah membaca berita di media. Kami segera meluncur untuk memberikan pendampingan terhadap korban," kata Retno Ernawati saat diwawancarai TribunJabar.id di ruang kerjanya, Jumat (8/7/2022).

Baca juga: Kondisi S Anak SD Korban Pencabulan Kakek di Sumedang Tak Henti Melamun, Belum Ditangani P2TP2A

Retno mengatakan, pihaknya mengaku bersyukur lantaran pelaku aksi bejat tersebut telah diamankan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumedang.

"Kami akan berkomunikasi dengan korban perlakuan seksual yang begitu keji itu."

"Kami bersyukur pelaku sudah diamankan polisi, korban sudah jauh dari pelaku, sehingga kami akan mudah melakukan intervensi," ucapnya.

Selain itu, kata Retno, P2TP2A akan segera melakukan asesmen dan intervensi terlebih dahulu terhadap korban, keluarga, dan lingkungan tempat tinggal korban.

Baca juga: Kakek di Buahdua Sumedang Diduga Rudapaksa Anak SD di Rumah Kosong, Sempat Dihakimi Massa

"Kami akan berusaha untuk memulihkan traumanya, dan jika dibutuhkan akan menempatkan korban ke tempat yang lebih aman."

"Bisa di rumah keluarganya dan bila emergency akan memanfaatkan rumah aman Simpati Adiyaksa," katanya.

Sebelumnya diberitakan, seorang kakek berinisial YY (55) diduga mencabuli S (12).

Keduanya merupakan warga Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang.

YY melakukan aksi bejatnya ini di sebuah rumah kosong tempat korbannya bermain bersama anak-anak yang lain.

Rumah kosong itu masih di sekitar tempat tinggal korban dan pelaku.

Rumah itu disebut-sebut masih milik keluarga pelaku.

"Kejadiannya Sabtu (2/7/2022), ketika anak-anak sedang bermain, korban ditinggalkan sendirian oleh teman-temannya yang pergi jajan," kata Dadi Hadiana, perangkat desa setempat, Kamis (7/7/2022). (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved