Breaking News:

Tak Ingin Spanduk dan Reklame Dicopot Satpol PP? ini yang Wajib Ditaati Sebelum Pasang di Sumedang

Ada sejumlah aturan yang harus ditaati. Jika tidak, siap-siap saja reklame diturunkan Satpol PP

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa/ Satpol PP Sumedang
Petugas Satol PP Sumedang tengah menertibkan spanduk tak berizin yang terpampang di sejumlah lokasi di pusat kota Sumedang, Senin (4/2/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Spanduk atau reklame masih dianggap media efektif untuk menyebarkan informasi atau iklan. Namun tak sembarangan spanduk dan reklame bisa dipasang.

Ada sejumlah aturan yang harus ditaati. Jika tidak, siap-siap saja reklame diturunkan Satuan Polisi (Satpol) PP dari tempatnya.

Di Sumedang, aturan soal pemasangan reklame merujuk pada Perbup Nomor 53 Tahun 2011 tentang petunjuk teknis penyelenggaraan reklame dan perhitungan nilai sewa reklame.

Baca juga: Sepanjang Juni 2022, 16 Reklame Ditertibkan Satpol PP Kota Bandung, Ini Jalan yang Siap Dibereskan

"Bahwa penyelenggara reklame harus memperoleh rekomendasi dan pengesahan dari pejabat yang berwenang," kata Kabid PPUD Satpol PP Sumedang, Yan Mahal Rizzal di Sumedang, Selasa (5/7/2022).

Dalam aturan itu, dijelaskan bahwa penyelanggara reklame atau orang dan lembaga yang memasang reklame harus menaati aturan sebagaimana berikut:

a. Menaati ketentuan penyelenggara reklame;

b. Memperoleh Izin dari Bupati (melalui Dinas yang mengelola pajak daerah);

c. Membayar pajak daerah;

d. Memelihara agar reklame dalam kondisi baik dan terawat;

e. Melakukan pembongkaran bagi reklame yang telah habis masa berlaku izinnya;

f. Bertanggungjawab atas segala resiko yang ditimbulkan,dalam hal terjadinya kecelakan akibat dari reklame yang tidak terawat dan/atau tidak dipatuhinya ketentuan peraturan perundang undangan.

Baca juga: Dua Gerai Holywings di Kota Bandung Sudah Tutup Sukarela, Satpol PP hanya Pasang Spanduk Segel

Jika aturan-aturan itu tak ditaati, maka reklame akan diturunkan secara paksa karena dinilai telah melanggar peraturan daerah.

Spanduk, reklame, dan sejumlah media lainnya untuk pemberitahuan atau iklan di pusat kota Sumedang banyak yang bodong.

Spanduk tak berizin itu bermunculan bak jamur. Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumedang segera mengambil langkah tegas.

"Kami pasti turunkan spanduk-spanduk tak berizin itu. Kemarin saja sudah kami turunkan 33 lembar spanduk," kata Rizzal.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved