Petani Buncis Kenya di Kabupaten Bandung Merasa Dibiarkan Pemerintah, Berharap Ini
Petani buncis kenya atau kacang prancis di Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, merasa kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Petani buncis kenya atau kacang prancis di Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, merasa kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
Seorang petani buncis kenya di Desa Cipanjalu, Gugun Gunawan, mengatakan, memang terdapat program dari pemerintah, seperti penyuluhan dan penanaman.
"Tapi hanya menanam dan penyuluhan, contoh penanaman jeruk akhirnya banyak yang menanam. Tapi pas panen enggak ada tuh yang mengupayakan tindak lanjut. Udah mah dirawat dari bayi sampai jadi tapi enggak ada tindak lanjut," ujar Gugun saat memanen buncis kenya di kebunnya.
Gugun meminta pemerintah, baik daerah atau pusat, memperhatikan para petani kecil.
"Jangan sampai, mohon maaf, ada balai yang hanya mengurusi petani yang sudah besar dan mandiri. Perhatikan petani-petani yang di bawah, yang butuh modal besar dari mulai penanaman sampai nanti panen," kata Gugun.
Gugun mengatakan, yang dirasakannya selama ini, program pemerintah hanya sebatas seremonial.
Baca juga: Pastikan Hewan yang Dijual Bebas PMK Jelang Iduladha, Sat Samapta Polres Ciamis Patroli Pasar Ternak
"Program-program saja, yang kemudian tindak lanjutnya enggak ada," ujar dia.
Menurut Gugun, program pemerintah tak ada hingga pasaran para petani dari hasil taninya.
"Kalau pun ada ya sistemnya grade, grade 1, 2 dan 3. Itu rata-rata petani enggak setuju dengan pola itu karena pasti ada sebagian (hasil tani) yang enggak kejual," katanya.
Baca juga: Pemprov Jabar Melepas Keberangkatan Tim Muhibah Angklung untuk Berkeliling ke Tujuh Kota di Amerika
Gugun berhasil memasarkan buncisnya hingga pasar Singapura, namun itu merupakan hasil kerja keras dan relasi yang dimilikinya.
"Jadi seperti saya, cari pasar sendiri, buka jaringan, cari sana-sini, alhamdulilah akhirnya bisa mandiri," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Petani-buncis-kenya-atau-kacang-prancis-di-Desa-Cipanjalu.jpg)