Pabrik Mi Berformalin di Margaasih Bandung Terungkap, Sehari Bisa Produksi Dua Ton, Dipasok ke Pasar

Pabrik ini memasok pasar-pasar tradisional di Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Kemampuan produksinya fantastis

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo (kanan), saat berada di pabrik mi mengandung formalin di Kampung Pangkalan, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (29/6/2022). (Dok. Humas Polresta Bandung) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepolisian menggerebek pabrik besar mi basah berformalin di Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (29/6/2022).

Pabrik ini memasok pasar-pasar tradisional di Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Kemampuan produksinya fantastis, dua ton mi basah berformalin dalam sehari.

Ditemui di lokasi pabrik, Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, mengatakan keberadaan pabrik ini memang sangat tertutup sehingga masyarakat di sekitar pun tak mengetahui keberadaannya.

"Kami menyelidikinya selama satu bulan sebelum menggerebek tempat ini," ujar Kusworo, yang kemarin memimpin langsung penggerebekan pabrik ilegal ini.

Baca juga: FAKTA Sejauh Ini Pabrik Mi Berformalin di Bandung Digerebek, Diedarkan di Kabupaten Bandung

Dari penggerebekan ini, polisi berhasil menyita lima karung mie berformalin dengan berat per karungnya 250 kilogram.

Polisi juga menyita lima karung formalin dan sejumlah peralatan serta bahan baku pembuatan mi seperti tepung terigu dan tepung kanji.

Kusworo mengatakan, sampel setiap karung mi ini sudah mereka periksa kandungan formalinnya.

"Tadi kami sudah uji sampel semua mi di dalam karung-karung mi ini dengan menggunakan alat. Hasilnya, semua keluar warna ungu, sehingga bisa dipastikan semua mi ini positif mengandung formalin," ujarnya.

Penggunaan formalin dalam pembuatan mi, terang Kusworo, kerap dilakukan para pengusaha nakal sebagai upaya untuk membuat mi yang mereka produksi tidak lekas basi.

Dengan menggunakan formalin, mi basah bisa bertahan empat bahkan hingga lima bulan, sementara tanpa menggunakan formalin, mi basah hanya bisa bertahan paling lama dua hari.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved