OJK Gelar Konvensi Nasional Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

OJK menggelar Konvensi Nasional Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Editor: Siti Fatimah
dok OJK Jabar
OJK bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), asosiasi, industri, akademisi, dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sektor jasa keuangan menggelar acara Konvensi Nasional Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) Bidang APU-PPT.  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG  - OJK bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), asosiasi, industri, akademisi, dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sektor jasa keuangan menggelar acara Konvensi Nasional Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) Bidang APU-PPT. 

Bertempat di The Trans Luxury Hotel, kegiatan dihadiri secara virtual oleh Bapak Agus Sugiarto - Kepala OJK Institute, Bapak Hikmah Rinaldi - Direktur Pengembangan SJK, dan dihadiri secara fisik oleh Bapak Muchtar Azis - Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Bapak Muhammad Zubair - Anggota Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Bidang SDM, Ibu Tribuana Tunggadewi – mewakili Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO), Bapak Sigit Sembodo mewakili Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Jajaran Direksi dan Pejabat Lembaga Jasa Keuangan sektor Perbankan, Pasar Modal, dan Industri Keuangan NonBank (IKNB), serta para Direksi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di sektor jasa keuangan.

Baca juga: Dukung Fungsi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, OJK Gelar RSKKNI Bidang Kepatuhan

Kegiatan konvensi nasional merupakan tahapan akhir dalam penyusunan Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) yang sangat erat kaitannya dengan sertifikasi kompetensi di sektor jasa keuangan. RSKKNI Bidang APU-PPT sangat penting dalam mendukung kinerja sektor jasa keuangan saat ini maupun yang akan datang terutama dalam menyiapkan SDM SJK yang berintegritas. 

Bersamaan dengan RSKKNI Bidang Kepatuhan, RSKKNI Bidang APU-PPT diharapkan akan menjadi SKKNI pionir di OJK yang bersifat lintas sektor baik itu di sektor Perbankan, Pasar Modal, maupun IKNB.

Di sisi lain, OJK juga telah menerbitkan POJK Nomor 23/POJK.01/2019 tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.01/2017 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme di Sektor Jasa Keuangan.

POJK dimaksud perlu didukung dengan penyiapan sumber daya manusia yang mumpuni.

Maka dari itu, perlu adanya sebuah acuan standardisasi dalam pengembangan SDM SJK melalui SKKNI Bidang APU-PPT ini.
 

Industri jasa keuangan merupakan industri dengan risiko yang sangat tinggi karena industri ini berbasi capital intensive bukan human intensive dengan dana kelolaan yang sangat besar.

Baca juga: OJK: Edukasi dan Literasi adalah Kunci Mencapai Kesejahteraan Keuangan yang Berkelanjutan

Melihat kondisi tersebut, industri perbankan, pasar modal maupun IKNB sering disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab sebagai tempat untuk melakukan pencucian uang dan pendanaan terorisme serta pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal.

Oleh karena itu, bidang APU-PPT merupakan hal yang penting dalam upaya mendeteksi maupun mencegah agar risiko-risiko dimaksud tidak terjadi.

Dengan disusunnya standar kompetensi kerja di bidang APU-PPT, diharapkan upaya-upaya tindak kejahatan tersebut dapat kita mitigasi dan akhiri. 

Ditambah lagi dengan adanya transformasi digital di SJK, potensi kejahatan di SJK menjadi semakin besar.

Hasil akhir dari konvensi nasional RSKKNI Bidang APU-PPT ini, melalui dukungan dari berbagai pihak diharapkan nantinya dapat ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI menjadi SKKNI yang nantinya dapat memperkuat SDM di SJK sesuai dengan Visi dari Cetak Biru Pengembangan SDM SJK yakni menciptakan SDM SJK yang professional, berintegritas dan berdaya saing global.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved