Kabupaten Cirebon Catat Kasus Kematian dan Potong Paksa Hewan Ternak Akibat PMK Bertambah

Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mencatat kasus kematian dan potong paksa hewan ternak yang terjangkit penyakit mulut serta kuku (PMK) bertambah.

TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN
Peternakan Sapi - Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mencatat kasus kematian dan potong paksa hewan ternak yang terjangkit penyakit mulut serta kuku (PMK) bertambah. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mencatat kasus kematian dan potong paksa hewan ternak yang terjangkit penyakit mulut serta kuku (PMK) bertambah.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Encus Suswaningsih, mengatakan, sedikitnya tiga hewan ternak mati akibat PMK.

Selain itu, menurut dia, hewan ternak di Kabupaten Cirebon yang terpaksa disembelih akibat terjangkit PMK hingga kini mencapai 37 ekor.

Baca juga: Dalam Dua Pekan, Kasus PMK di Kabupaten Cirebon Naik 50 Persen

"Sebelumnya hewan ternak yang mati akibat PMK ada dua ekor, dan terpaksa disembelih 22 ekor," kata Encus Suswaningsih saat ditemui di Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Ampel, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (29/6/2022).

Ia mengatakan, jumlah tersebut bertambah seiring semakin meningkatnya dan meluasnya wilayah temuan kasus PMK di Kabupaten Cirebon.

Namun, pihaknya berharap, kasus kematian dan ternak yang terpaksa disembelih akibat PMK di Kabupaten Cirebon tidak bertambah lagi.

Saat ini, kasus PMK di Kabupaten Cirebon juga mencapai 1356 ekor, terdiri dari 1143 sapi potong, 25 sapi perah , 178 kerbau, dan 10 domba.

"Untuk sebaran kasusnya di 22 kecamatan se-Kabupaten Cirebon, sebelumnya hanya 17 kecamatan," ujar Encus Suswaningsih.

Ia menyampaikan, dari total kasus PMK yang mencapai 1356 ekor, sebanyak 245 ekor telah dinyatakan sembuh, dan sisanya masih ditangani secara intensif.

Baca juga: Permintaan Hewan Kurban di Ciamis Menurun, Bandar Tidak Mau Berspekulasi karena Wabah PMK

Seluruh ternak yang terjangkit PMK tersebut diberikan obat dan vitamin secara rutin oleh dokter hewan dari puskeswan serta Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon.

"Dokter hewan dari tiga Puskeswan di Kabupaten Cirebon terus berkeliling ke tiap peternakan untuk memantau kondisinya," kata Encus Suswaningsih.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved