Kecelakaan Maut di Tasikmalaya

Kisah Duka Cepi, Kondektur yang Ikut Tewas saat Bus Masuk Jurang, Tadinya Akan Ikut ke Bus Lain

Cepi korban bus masuk jurang di Tasik sebenarnya sebelum musibah hendak ikut ke bus pariwisata CTU menuju Surabaya.

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Nurhayati bersama seorang kerabat saat ditemui di Kamar Mayat RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022). Nurhayati merupakan kerabat Cepi, kondektur bus yang meninggal dunia dalam kecelakaan maut bus masuk jurang di Tasikmalaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Cepi (30), kondektur bus pariwisata Citra Trans Utama (CTU) menjadi korban meninggal kecelakaan maut bus itu masuk jurang di Jalan Raya Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (25/6) dini hari.

Cepi yang tinggal di Rancakalong, Sumedang, ini sebenarnya sebelum musibah hendak ikut ke bus pariwisata CTU menuju Surabaya.

Namun tiba-tiba keberangkatan Cepi ke Surabaya tidak jadi, dan takdir menentukan almarhum berangkat bersama bus yang mengalami nasib nahas di Tasikmalaya.

"Sebelum ikut bus yang masuk jurang ini, Kang Cepi sebenarnya menerima tugas berangkat ke Surabaya tapi tak jadi," kata Nurhayati (29), kerabat Cepi, saat ditemui di Kamar Mayat RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022) petang.

Diketahui bus pariwisata yang ditumpangi Cepi membawa rombongan keluarga guru SD Sayang Jatinangor, Sumedang, hendak berwisata ke Pangandaran.

Akibat sopir mengantuk, bus oleng ke kiri dan masuk jurang di jalan nasional Bandung-Tasikmalaya, betulan Cireundeu, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah.

Tiga penumpang meninggal dunia dalam musibh tersebut, termasuk Cepi. Serta seorang lagi masih dalam pencarian.

Baca juga: Lokasi Satu Korban Bus Masuk Jurang di Tasik Masih Misteri, Tim Susuri Sungai Cari Bu Guru Siti

Nurhayati menuturkan, hari-hari sebelum Cepi berangkat, almarhum tak memperlihatkan firasat apa-apa.

"Bahkan setelah ada pembatalan keberangkatan ke Surabaya, Kang Cepi mengajak kami bermain," ujar Nurhayati.

Namun ajakan bermain tak terlaksana karena, menurut Nurhayati, mendadak Cepi mendapat tugas berangkat ke Pangandaran.

"Kami keluarga menerima ikhlas takdir yang menimpa Kang Cepi. Mohon doanya agar kami kuat dan tabah menerima cobaan ini," kata Nurhayati terisak

Baca juga: Korban Tragedi Bus Masuk Jurang di Tasik Dibawa ke RSUD Sumedang, Bupati Gratiskan Biaya Pengobatan

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved