Nama Capres PDIP Sudah di Tangan Megawati, Hasto Pastikan Tak Akan Koalisi dengan PKS

Nama siapa capres PDIP di Pilpres 2024 sudah ada di tangan Megawati. "Boleh dong saya umpetin," ujarnya.

Editor: taufik ismail
Dok. ISTIMEWA
Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri menggelar acara halalbihalal secara virtual dari kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/5/2022). Megawati masih menyembunyikan siapa capres yang akan diusung PDIP. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengatakan masih akan merahasiakan nama calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung oleh PDIP.

Megawati beralasan, nama capres dari PDIP dirahasiakan karena Pilpres 2024 masih dua tahun ke depan.

Hal itu disampaikan Megawati dalam sambutan penutupan Rakernas II PDIP, di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (23/6/2022).

"Orang waktunya masih dua tahun lah. Ya, boleh dong saya umpetin terus," ungkap Megawati disambut tepuk tangan kader peserta Rakernas.

Ia juga meminta sejumlah pihak bersabar soal kapan PDIP mengumumkan nama capres 2024.

"Tentu semuanya berpikir, kenapa ya Ibu, sudah banyak pertanyaan kapan mau mendeklarasikan calon presiden dan calon wakil presiden," kata Megawati.

"Yaa sabar lah sedikit," ucap Megawati yang kembali disambut tepuk tangan para kader.

Megawati pun mengulas soal pengalamannya saat terjun ke dunia politik sejak tahun 1986.

Menurutnya, dalam menjadi pejabat itu mudah karena sudah ada aturan yang tertulis.

Namun, Megawati menegaskan, ia bukan mencari seorang presiden, tetapi mencari seorang pemimpin bangsa.

Koalisi

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, soal kemungkinan PDIP untuk berkoalisi dengan NasDem dan PKS. 

Hasto mengatakan, selama ini partainya sudah membangun kerja sama dengan NasDem.

"NasDem kita kerja sama sejak tahun 2014 dan sekarang masih mendukung Pak Jokowi dan Kiai Haji Maruf Amin," ucap Hasto.

"Kalau dengan PKS tidak," ujarnya di sela-sela Rakernas.

Hasto tak menjelaskan secara gamblang alasan kenapa PDIP enggan berkoalisi dengan PKS.

PDIP, lanjut Hasto, akan mempertimbangan secara matang soal pencalonan presiden.

Namun, saat ini  fokus mereka adalah membantu Presiden Jokowi mensukseskan pembangunan IKN Nusantara.

"Kemarin kan Pak Jokowi baru ke IKN, setelah itu berjalan dengan baik baru Agustus (2023) untuk pencalonan capres-cawapres ya 3 bulan 4 bulan misalnya itu baru dikerucutkan, sehingga Pemilu bisa dilakukan dengan suasana optimisme karena semua bergerak mendukung Pak Jokowi pada saat ini," jelasnya.(tribun network/yuda/danang)

Baca juga: Momen Ganjar Pranowo Bacakan Rekomendasi Capres PDIP dengan Lantang, Megawati Masih Sumputin Capres

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved