4 Warga Ciamis Meninggal Akibat DBD, Jumlah Kasus Semester Pertama 2022 Hampir Sama Total Kasus 2021

Sampai Rabu (22/6/2022), Dinas Kesehatan Ciamis mencatat ada 447 warga Ciamis yang dirawat akibat terjangkit DBD. Empat orang meninggal dunia

Penulis: Andri M Dani | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar / Nazmi Abdulrahman
ILUSTRASI- Anggota Polsek Bandung Wetan melakukan pengasapan untuk mencegah munculnya nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS- Ketika pandemi Covid-19 sudah melandai pada 2022, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru terus mengancam di Ciamis. Bahkan jumlah kasusnya meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.

Sampai Rabu (22/6/2022), Dinas Kesehatan Ciamis mencatat ada 447 warga Ciamis yang dirawat akibat terjangkit DBD. Empat orang di antara mereka meninggal.

Pasien DBD yang meninggal tahun 2022 sebanyak 3 orang pada bulan Januari dan seorang pada bulan Mei.

Pada kurun waktu yang sama tahun 2021 (Januari-Juni), hanya ada 79 kasus DBD dan seorang meninggal dunia. Total selama 2021, jumlah kasus DBD di Ciamis mencapai 471, tiga orang meninggal dunia.

“Sementara tahun 2022 ini sampai Rabu (2/6) total kasus DBD di Ciamis sudah mencapai 447. Diantaranya 4 orang meninggal dunia,” ujar Kadinkes Ciamis, Yoyo, didampingi Ketua Kelompok Kerja Substansi (KKS) Penyakit Menular Bidang P2P Dinkes Ciamis, Depi Nuryadin, kepada Tribun Jabar, Rabu (22/6).

Baca juga: Berita Subang: 80 Orang Terpapar DBD, 4 di antaranya Meninggal, Dinkes Klaim Kasus Menurun

Perinciannya, pada Januari ada 127 kasus ( 3 orang meninggal), Februari 86 kasus, Maret 41 kasus, April 60 kasus, Mei 72 kasus (seorang meninggal), dan Juni 61 kasus.

Kasus terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Ciamis Kota (84 kasus). Sisanya di Handapherang (41 kasus), Baregbeg ( 39), Imbanagara (37), Cikoneng (35), Panjalu (26), Sadananya (21), Sindangkasih (17), Cijeungjing (17), Lumbung (13) dan Cipaku (12 kasus).

Bila dibagi berdasarkan jenis kelamin, ada 201 kasus pasien laki-laki  (seorang meninggal) dan perempuan 246 kasus (3 orang meninggal).

Kalau dirinci berdasarkan kelompok usia, terbanyak yang terjangkit DBD adalah kelompok usia 15-44 tahun (216 kasus).

Perinciannya, kelompok usia di bawah 1 tahun (bayi) 15 kasus, usia balita (1-4 tahun ) sebanyak 25 kasus (seorang meninggal), kelompok usia 5-14 tahun sebanyak 83 kasus (seorang meninggal), kelompok usia  15-44 tahun sebanyak 216 kasus dan kelompok  usia di atas 44 tahun sebanyak 105 kasus (2 orang meninggal dunia).

Sepanjang tahun 2021, saat puncak-puncaknya kasus Covid-19, di Ciamis angka kasus DBD hanya 471.

Perinciannya, pada Januari (11), Februari (5), Maret (6), April (7), Mei (24 kasus, seorang meninggal), Juni (29), Juli (18), Agustus (14), September (39), Oktobr (52), November (116 kasus, seorang meninggal) dan Desember (150 kasus, seorang meninggal).

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved