PKL yang Ditertibkan Satpol PP di Padalarang Kini Kebingungan, Mata Pencaharian Hilang

PKL di di kawasan Jalan Raya Tagog Padalarang yang sudah ditertibkan Satpol PP KBB kini kebingungan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Satpol PP KBB saat menertibkan PKL yang berjualan di kawasan Jalan Raya Tagog Padalarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sejumlah PKL di di kawasan Jalan Raya Tagog Padalarang yang sudah ditertibkan Satpol PP Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini kebingungan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pasalnya, setelah ditertibkan pada 9 Juni 2022 karena dianggap menjadi penyebab kemacetan, mereka tidak bisa lagi berjualan karena Pemkab Bandung Barat belum menyiapkan solusi agar mereka bisa kembali berjualan.

Seorang pedagang sayuran, Ubed (43) mengatakan, seharusnya Pemkab Bandung Barat menyiapkan solusi sebelum melakukan penertiban tersebut karena lokasi yang mereka tempati untuk berjualan sudah dilarang untuk dipakai lagi.

Baca juga: Picu Kemacetan, Puluhan PKL di Padalarang Ditertibkan,Sudah Diminta Beres-beres dari Sebelum Lebaran

"Penertiban itu sangat memberatkan, mata pencaharian kami jadi tidak ada, sehingga perlu adanya solusi cepat dari pemerintah," ujarnya di Padalarang, Minggu (12/6/2022).

Kendati demikian, dia paham betul bahwa berjualan di bahu Jalan Raya Tagog Padalarang tersebut melanggar aturan, tetapi hal itu dilakukan karena sudah tidak ada lagi tempat untuk berjualan.

Sedangkan untuk membeli kios yang ada di Pasar Tagog Padalarang, para PKL mengaku tidak mampu karena harganya tidak terjangkau bagi pedagang kecil yang biasa mangkal di bahu jalan.

"Kami paham bahwa jualan di sini (bahu jalan) melanggar aturan, tapi PKL yang ditertibkan butuh solusi untuk bisa bertahan hidup," kata Ubed.

Menurutnya, penertiban yang sudah dilakukan juga tidak adil karena hanya kepada PKL yang berjualan di pagi hari saja, sementara PKL yang jualan di siang serta malam hari tidak ditertibkan dan masih bisa masih jualan.

"Satpol PP seperti tebang pilih, kalau mau menertibkan sesuai Perda maka PKL yang di sore hari dan malam hari juga harusnya ditertibkan juga," ucapnya.

Baca juga: Banyak PKL Membandel, Pemkot Bandung Tegaskan Siap Bersihkan PKL, Terapkan Metode Bubur Panas

PKL lainnya, Didin (37) meminta Pemkab Bandung Barat untuk segera menyiapkan solusi agar para PKL yang sudah ditertibkan bisa kembali memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan cara berjualan di tempat yang tidak dilarang.

"Iya, kalau bisa solusinya disiapkan secepatnya karena kalau tidak, kami cari penghasilan dari mana," kata Didin.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP KBB, Asep Sehabudin mengatakan, sebelum melakukan penertiban itu, para pedagang sudah memberikan surat pernyataan berupa kesediaan mereka untuk tidak berjualan kembali di bahu jalan dan trotoar Tagog Padalarang.

"Kami sudah melakukan upaya persuasif, seperti surat teguran dan lainnya, dan mereka menerima dengan memberikan surat pernyataan kepada kami tidak akan berjualan kembali di bahu jalan," ucap Asep.

Baca juga: Satpol PP Cirebon Tertibkan PKL yang Jualan di Trotoar & Badan Jalan, Ada yang Dagangannya Diamankan

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved