Dari Cilok Vespa, Aris Bisa Raup Rp 500 RIbu Sehari, Sekolahkan Anak Hingga ke Perguruan Tinggi

Berkah dari berjualan kuliner sejuta umat tersebut sudah dirasakan oleh Aris Risyandi (45), tukang cilok dari Desa Sukakerta Panumbangan Ciamis.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
Pak Uu borong Cilok di Ciamis, Rabu (8/6/2022). 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Camilan cilok atau aci dicolok memang kuliner sederhana. Tapi penggemarnya tak mengenal strata.

 Siapapun suka, dan memang banyak penggemar jajanan yang berbahan baku aci (tepung singkong) tersebut.

Berkah dari berjualan kuliner sejuta umat tersebut sudah dirasakan oleh Aris Risyandi (45), tukang cilok dari Desa Sukakerta Panumbangan Ciamis.

“Alhamdulillah dari jualan cilok ini, bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bisa menabung dan menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi,” ujar Aris Risyandi alias Kang Aris  kepada Tribun Selasa (8/6).

Menurut Aris, anak sulungnya (perempuan) kini sedang kuliah tahun kedua di IAILM  Suryalaya sementara anak bungsunya masih kelas VI SD.

Bapak dua anak tersebut,  sudah berjualan cilok sejak 5 tahun lalu. Dengan penghasilan rata-rata sehari sekitar Rp 500.000 sampai Rp 600.000/hari.

“Paling sepi dapat Rp 200.000 sehari. Tapi kalau hari libur atau lagi ramai kegiatan seperti hari ini di Balai Desa Payungsari ini bisa dapat Rp 500.000. Tadi  bawa 5 kg cilok  habis semua,” katanya.

Liburan lebaran lalu, menjadi hari-hari penuh berkah bagi Kang Aris.  Selama seminggu libur lebaran, Kang Aris bisa menjual 10 kg sampai 15 kg cilok.

“Libur  lebaran kemarin, lumayan panen. Sehari bisa habis 10 sampai 15 kg cilok. Bisa bawa pulang Rp 1 juta. Pernah sekali Rp 1,5 juta,” ujar Aris.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved