Breaking News

PPDB 2022 di Jabar

Warga Miskin di Jabar Bisa Sekolah Gratis di Puluhan SMA Swasta, Ridwan Kamil: PPDB 2022 Adil 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan bahwa pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2022 di Jabar berlangsung adil dan transparan.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Tiah SM
Foto ilustrasi: Mobil Mepeling Disdukcapil Kota Bandung diserbu orang tua yang mengurus keperluan PPDB anaknya. 

"Ada ratusan sekolah bersedia bergabung. Hasil hitungannya, satu kota ada 700-an kursi gratis dari swasta, jika dikalikan 27 kabupaten/kota, maka diasumsikan jumlahnya lebih dari 5.000," tuturnya.

"Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada sekolah swasta yang menggratiskan anak-anak duafa, yang dulunya hanya satu sekolah swasta, tapi sekarang ada ratusan sekolah swasta ikutan dalam program keadilan bagi warga tak mampu," tutup Gubernur.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Dedi Sopandi menuturkan, Program Swasta Peduli Duafa telah dibuka sejak tahun 2021.

Namun waktu itu hanya khusus Kota Bandung dengan kuota 70 siswa.

"Tahun ini saya sampaikan program ini ke semua cabang dinas."

"Tolong buka program sekolah swasta peduli kaum duafa dan masyarakat miskin," ujarnya.

Saat ini, kata Dedi, terdapat 21 sekolah dan yayasan SMA/SMK swasta yang mengikuti program ini, dengan total kuota 748 siswa.

Mereka siap menampung dan menggratiskan warga miskin selama tiga tahun.

Menurut Dedi, ke-21 sekolah swasta tersebut berada di Bandung dan Cimahi.

Di Bandung terdapat 12 SMA dengan rencana jumlah siswa 271 orang, kemudian SMK terdapat 5 sekolah dengan rencana jumlah siswa 227 orang.

"SMA Cimahi 2 sekolah rencanya 85 siswa dan SMK Cimahi 2 sekolah rencananya 165 siswa," katanya.

Menurut Dedi, apabila setiap kabupaten/kota bisa menggratiskan, setidaknya dengan jumlah kuota yang sama (748), maka akan ada ribuan anak-anak kurang mampu di Jabar bisa bersekolah secara gratis melalui program tersebut.

"Kami akan membuat pemetaan laporan dari seluruh cabang dinas berapa sekolah se-Jawa Barat yang mau menggratiskan warga miskin, dan berapa jumlah kuota yang bisa diberikan," ujar Dedi.

"Ini sebagai bagian dari solusi-solusi yang akan kita gulirkan karena di era pandemi ini yang miskin bertambah banyak, tapi jumlah sekolah negeri terbatas, maka harus dibuka inovasi itu." (*)

Kuota Sekolah Gratis di Sejumlah SMA Swasta

  • SMAS Muhammadiyah 1, jenjang SMA rencana 25 siswa
  • SMAS Mutiara 1 Bandung, rencana 15 siswa
  • SMAS Budi Istri
  • SMA Tunas Unggul Bandung, rencana 2 siswa.
  • SMAS Nugaraha Bandung, rencana 12 siswa
  • SMAS Baitturahman, rencana 10 siswa
  • SMAS LPPN, rencana 15 siswa
  • Kemah IND 2, rencana 60 siswa
  • Pasundan 5 Bandung, rencana 50 siswa
  • SMKS Vijaya Kusuma Bandung, rencana 30 siswa
  • SMKS Yas Bandung, rencana 15
  • SMKS Nasional Bandung, rencana 65 siswa
  • SMK Plus Darussurur Cimahi, rencana 100 siswa
  • SMA Muhammadiyah 1 Cimahi, rencana 60 siswa
  • SMA Kartika XIX -4 Cimahi, rencana 35 siswa
  • SMKS Bina Sarana Cendikia Bandung, rencana 35 siswa
  • SMKS ICB Cinta cinta Teknika Bandung, rencana 65 siswa
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved