Ayah Handi Saputra Minta Hakim Jatuhkan Hukuman Ini kepada Kolonel Infanteri Priyanto

Orang tua Handi Saputra berharap majelis hakim menjatuhkan hukuman berat kepada terdakwa Kolonel Infanteri Priyanto yang menjalani sidang vonis.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
TRIBUNJABAR.ID/SIDQI AL GHIFARI
Entes Hidayatullah, ayahanda Handi, korban tabrak lari di Nagreg saat diwawancarai di kediamannya di Kampung Cijolang, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Minggu (19/12/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, Garut - Orang tua Handi Saputra berharap majelis hakim menjatuhkan hukuman berat kepada terdakwa Kolonel Infanteri Priyanto yang menjalani sidang vonis hari ini, Selasa (7/6/2022).

Majelis Hakim Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta akan membacakan vonis kasus pembunuhan berencana sejoli di Nagreg.

Kolonel Infanteri Priyanto menjadi terdakwa setelah kecelakaan yang terjadi di Nagreg dengan korban Handi dan Salsabila.

Priyanto dan kedua anak buahnya bukannya membawa Handi dan Salsabila ke rumah sakit setelah menabraknya, melainkan dibuang di Sungai Serayu, Jawa Tengah.

Atas kesalahannya itu, Etes Hidayatullah ayah dari Handi, menyebut hukuman yang pantas bagi pembunuh anaknya itu adalah hukuman mati.

"Saya meminta hakim menjatuhkan hukuman mati. Istri saya juga berharap begitu maunya, hukuman mati. Ini untuk keadilan orang kecil seperti kami," ujar Etes saat dihubungi Tribunjabar.id, Selasa (7/6/2022) pagi.

Ia menuturkan jika nantinya hukuman mati tidak terlaksana setidaknya terdakwa Kolonel Priyanto dihukum seumur hidup.

Hal itu, menurut Etes, sedikit bisa membuat dirinya dan keluarga bisa lebih lega.

"Jika kurang dari hukuman seumur hidup kami tidak terima, kami sedari awal meminta hukuman berat," ucapnya.

Menurutnya, terdakwa pantas dihukum mati lantaran telah melakukan perbuatan biadab dengan menghilangkan nyawa anaknya yang tak bersalah.

Sebelumnya terdakwa Kolonel Priyanto bersama kedua orang anak buahnya terlibat tabrakan di Nagreg, perbatasan Bandung-Garut pada 8 Desember 2021.

Saat itu Handi dan Salsabila sedang berboncengan dan terlibat tabrakan dengan terdakwa.

Terdakwa kemudian membawa kedua korban ke dalam mobilnya.

Bukannya dilarikan ke rumah sakit, terdakwa malah membuang kedua korban ke ke Sungai Serayu, Cilacap.

Kedua korban kemudian ditemukan di aliran Sungai Serayu pada Sabtu (11/12/2021). (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved