Kota Bandung Masih Aman dari Cacar Monyet, Ini Cara Menghindarinya
Kota Bandung hingga kini disebutkan Kepala UPT Puskesmas Ibrahim Adjie, dr. Adnan A. Sofyan masih aman dari wabah cacar monyet
Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala UPT Puskesmas Ibrahim Adjie, dr. Adnan A. Sofyan menegaskan, belum ada kasus cacar monyet yang terjadi di Indonesia. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk terus menjaga kesehatan dan menghindari kontak dengan hewan liar demi mencegah virus ini berkembang di Indonesia.
"Cacar monyet atau monkeypox ini serupa dengan jenis cacar lainnya, sampai saat ini belum ditemukan di Indonesia dan di Kota Bandung, " ujar Adnan di kantornya, Senin (30/05)
Menurut Adnan cacar monyet sebenarnya tidak tergolong virus berbahaya yang mematikan. Namun, memang cacar monyet termasuk penyakit zoonis, artinta dapat menular dari hewan ke manusia.
Baca juga: Cacar Monyet Mewabah di Sejumlah Negara, Berikut Cara Pencegahannya
Sejak 13 Mei silam, cacar monyet menjadi penyakit menggentayangi penjuru negeri.
Tercatat 15 negara laporkan kasus cacar monyet, salah satunya negara tetangga Indonesia yakni Australia.
Hewan yang menularkan virus cacar ini berasal dari hewan liar seperti monyet dan hewan pengerat.
Penularan dari hewan ini bisa terjadi akibat luka cakar atau gigitan, dan jika seseorang sembarangan mengonsumsi daging hewan liar.
"Sedangkan penularan sesama manusia itu bisa lewat udara, air liur, atau kulit ke kulit. Mirip cacar lainnya, virus ini menyerang semua orang, tapi hanya orang dengan kekebalan tubuh kurang yang akan terjangkit," katanya.
Adnan mengatakan, untuk gejalanya sendiri, cenderung lebih ringan dan mirip dengan cacar lainnya, antara lain:
Baca juga: FAKTA Seputar Cacar Monyet atau Monkeypox, Begini Gejala Awal serta Pencegahan yang Bisa Dilakukan
-Demam menggigil
-Ruam atau bintik kemerahan di kulit
-Sakit kepala
-Kelelahan
-Nyeri otot dan sendi
-Panas dingin